Mengukur Sukses Hanya Dengan Melihat Siapa Sahabat Kita
” Kelilingi dirimu hanya dengan orang - orang yang akan mengangkat kamu lebih tinggi. ”
Oprah Winfrey, presenter dan host Oprah Winfrey Show
“Memilih teman dalam pergaulan sehari - hari sangat penting” begitulah dalam bahasa ala S.Kd quote bisnis dari Oprah Winfrey diatas. Di kolam mana kita hidup dan ikan apa saja yang hidup bersama sangat menentukan apa makanan kita dan akan menjadi ikan apa nantinya. Apakah ikan yang mengakiri hidup di penggorengan atau ikan yang telurnya atau bahkan siripnya saja berharga lebih mahal dari sebongkah berlian.
Memilih dan memilah teman bukan berarti tidak mau berteman dengan setiap orang. Berteman dengan setiap orang dan membuka jalur pertemanan seluas mungkin adalah hal yang bagus. Tetapi MEMILIH SAHABAT merupakan hal wajib.
Arti Sahabat kali ini saya artikan teman yang cukup sering berinteraksi dengan kita. Dari 20 orang sahabat, kita sudah bisa mengukur seberapa sukses kita dimasa mendatang, setidaknya demikian menurut Roger Hamilton yang setahu saya memperkenalkan “Wealth Network Team” suatu alat ukur kesuksesan kita berdasarkan pada jaringan pertemanan yang kita miliki. Begini cara kerja alat ukur ini :
Mobil kotor setelah guyuran hujan menjadi hal yang setiap hari saya dan mungkin juga Anda alami pada beberapa hari terakhir ini. Ini membuat usaha cuci mobil panen, saat menuliskan kembali ide ini saya sedang dalam antrian mencucikan mobil (sebelumnya saya tulis offline saat mengikuti semiloka menulis) .
Ungkapan ini sering kali kita dengar atau kita baca dalam berbagai versi yang serupa, kali ini saya akan melihat QIMD dalam hubungan antara Owner bisnis dengan karyawan / anggota team.
Setelah beberapa hari melakukan review mencari ‘wangsit’ untuk mendapatkan jawaban bagaimana agar REBORN blog bisa berjalan dengan baik. Akhirnya hari ini saya bisa mendapatkan ide tulisan dari Quote - Quote bisnis yang selama sekian lama nongkrong di meja kerja saya dan setiap hari selalu saya buka lembar demi lembar untuk mendapatkan motivasi dalam memulai pekerjaan.
Tepat pada tanggal yang sama satu tahun yang lalu saya mulai memberanikan diri menulis di blog. Celakanya cuma bisa bertahan dalam beberapa tulisan dan kemudian saya kembali mengalami fobia takut tulisan saya tidak bermanfaat bagi Anda yang membaca.
