koran kompasAda beberapa hal unik yang saya temukan dari seorang bocah yang dalam perkiraan saya berusia sekitar 6 th, karena itu saya sebut dia si Kecil. Sehari – hari si Kecil ini menjajakan koran di perempatan Samsat Jl Kertajaya – Surabaya. Dalam pandangan saya dia telah memiliki beberapa hal marketing dasar yang sangat bagus untuk ukuran seusianya dengan produk yang dijualnya : koran

Begini Ceritanya …. (hehehehe)

Kemarin siang seperti biasa saya berangkat ke kantor melintasi perempatan Samsat – Jl Kertajaya Surabaya, dan kadangkala di perempatan ini saya membeli koran Kompas dengan harga Rp 1000,- pada penjaja koran yang ada … Satu hal yang berbeda adalah saya terhenyak dengan seorang anak yang berjualan koran tsb.

Saya tidak menyangka si Kecil hafal dengan saya, mobil saya dan juga motor saya, biasanya saya selalu menyipakan uang Rp 1000,- di saku atas kemeja, tapi rupanya kemarin saya tidak punya uang ribuan, jadi saya sodorkan uang Rp 5000,- ketika membayar.

Nah keunikan nya dalam pandangan saya ada pada jawaban si Kecil saat saya sodorkan uang. Dia bilang begini “Ga ada kembaliannya Om’ bawa saja uangnya, besok aja bayarnya, tapi besok (hari ini 20/12/2007) kompas libur Om’ trus saya pulang kampung lebaran, jadi bayarnya pas lewat lagi saja ya Om“. Wow… saya terdiam sesaat bingung juga, saya tahu koran itu dia ambil dari agen Rp 800,- berarti dia untung Rp 200,- pada setiap ekslempar koran yang terjual. Saya kemudian bertanya jika “Loh kamu kok bisa mau kasih saya hutangan, kalau saya ga bayar gmn?” si kecil menjawab “Om yang biasa pakai mobil merah itu khan ? yang pintu kiri nya beset (tergores)” kemarin saya naik motor dan hmm kembali saya terdiam sesaat.

Keunikan kedua dari anak ini ketika saya bilang “OK, karena saya ngga mau hutang sama kamu, kamu bawa uangnya aja nanti kalau kamu lihat saya lagi boleh kamu kembalikan sisannya”, dia jawab begini “Tuker sama koran besok2 ya Om jadi kalau saya lihat mobil Om langsung saya kasih aja, gmn Om setuju ngga?”

Saya terdiam sejenak karena penawaran hebat ini dan akhirnya terlontar kalimat “Ya sudah bagi aja kembaliannya dengan 3 temenmu itu” sambil berlalu karena lampu sudah hijau. Dengan sedikit berteriak karena saya sudah jalan si kecil bilang “Terimakasih Om, Om namanya siapa?“. Saya belum sempat menjawab kemarin tapi akan saya jawab ketika bertemu dengan si kecil ini lagi.

Apa yang saya pelajari dari si kecil ini adalah :

  1. Si Kecil mengenal siapa orang yang biasa membeli koran di perempatan tempat dia berjualan, ini terlihat dia juga memperhatikan goresan di pintu mobil saya, jadi bukan sekedar wajah tapi juga apa yang ada di sekitar saya
  2. Si Kecil menawarkan sesuatu yang sungguh diluar dugaan (surprise), ketika dia tidak punya kembalian bukan menolak pembeli tetapi menawarkan opsi yang akan tetep mempertahankan pembeli membeli produk yang dia jual. Dengan mengenal pembeli dia tahu bahwa saya pasti akan melewati jalan itu lagi, sehingga dia bisa menawarkan opsi ini.
  3. Si Kecil tahu dia bisa merubah uang kembalian menjadi transaksi berikutnya dengan menawarkan saya bayar didepan untuk koran2 dia keesokan harinya, dia tidak meminta uang kembalian itu menjadi miliknya tetapi merubah kembalian menjadi transaksi esok hari (ini yang membuat saya justru ikhlas memberikan kembalian itu padanya)

Hmm, dia baru berusia sekitar 6 tahun, seandainya ada yang memupuk kemampuan marketingnya pasti si kecil ini bisa menjadi seorang marketer yang hebat untuk sebuah bisnis …

Isn’t … that interesting … ?


SiKecilNB : Esok saat saya bisa mengambil foto si kecil ini akan saya upload di tulisan ini. Dialog dengan si kecil saya lakukan dalam bahasa jawa dalam tulisan ini saya rubah menjadi bahasa indonesia tanpa mengurangi maknanya ….

Hari ini (29/12/2007) saya ketemu lagi dengan si Kecil dan saya jepret dech gambarnya :d