Sebuah Experience Makan Soto Ayam
Warung Soto Ayam hampir ada dari pelosok desa sampai di tengah
Makan soto aja kok sebuah pengalaman … Hehehe namanya juga iseng …
Soto Ayam merupakan salah satu masakan favorit saya, dari kecil masakan ini memang familier dengan lidah saya, Ibu yang jagoan dalam hal masak – memasak selalu menyuguhkan menu soto ayam pada setiap acara keluarga atau kebaktian / pengajian. Alasannya cukup simple soto paling ‘IRIT’, satu ekor ayam bisa buat menjamu 30 orang tamu, asal rasanya enak ditambah mie bihun dan kentang sudah terlihat banyak lauknya… Karena irit berarti jual soto ayam pasti untungnya gedhe hehehehe …
Mari kita mulai pengalaman makan soto ayam buatan ibu saya hehehe
Kali ini bayangkan saja warung saya sudah berdiri, buka, dan ramai … Anda datang ke warung saya, karena masih pertama kali datang Anda sedikit bingung ketika para pelanggan warung soto saya, memesan dengan bilang : 24, 26, 30, 32 meja 8. Nah sementara Anda melihat meja 8 hanya berkapasitas 4 orang saja dan disana memang sedang duduk 4 orang menunggu.
Ngga mungkin khan pesan 24 dan 26 porsi ? Disinilah experience makan soto Anda dimulai.
Di warung soto saya ini, angka hitungan 24, 26, 30, 32 tadi adalah jumlah suapan yang dilakukan oleh masing2 pembeli , yang tentunya berbeda. Karena di meja 8 tadi adalah pelanggan yang sudah pernah ke warung soto saya maka mereka sudah tahu dalam berapa suapan soto mereka akan habis.
Lalu kenapa mereka mesti pesan dengan cara itu? Kenapa mereka perduli dengan jumlah suapan?
Exeperice kedua berlanjut : Warung soto ayam saya memberikan garansi irisan ayam akan ada dalam setiap suapan pembeli. Artinya jika dia makan soto itu habis dalam 20 suapan maka kami akan berikan 20 irisan ayam, sehingga setiap suapan selalu diikuti dengan seiris daging ayam. Percaya ngga percaya setelah tahu hal ini orang yang semula tidak menghitung berapa suapan dia menghabiskan semangkok soto, akan jadi berhitung. Nah Anda khan pelanggan baru bagaimana karena belum tahu jumlah suapan? Tentunya kita punya standar jumlah suapan sambil memberitahukan pada pembeli “Silahkan bapak / ibu menikmati setiap suapan dengan seiris daging, jika nanti irisan daging sudah habis tapi bapak / ibu masih ada suapan berikutnya, kami akan tambahkan irisan daging nya“
Hmm …. Setelah terdiam melihat aktifitas tadi akhirnya Anda memesan soto di warung saya, Tanpa saya perintahkan : 80% kemungkinan Anda menghitung berapa jumlah suapan yang Anda lakukan sembari menikmati rasa enak soto ayam khas masakan ibu saya …. Hehehe experience ketiga sudah Anda lewati.
Setelah makan, bayar dan pulang, 50% kemungkinan Anda menceritakan pada teman kantor atau keluarga tentang 3 pengalaman Anda pertama kali ke warung soto saya ….
Masih ada satu experience lagi tersisa, kali ini Anda datang kembali ke warung soto saya dengan beberapa orang teman / keluarga … Ketika mereka bingung seperti Anda pertama datang tadi, Anda dengan bangga bilang 22 seolah ingin menunjukkan pada teman2 yang diajak, bahwa Anda telah tahu jumlah suapan Anda hehehehe
Begitu seterusnya berlanjut teman bawa teman…. Rame deh warung soto ayam saya hehehe
—
Ide ini muncul saat saya makan soto ayam dan ada anak kecil disebelah saya makan oreo dengan dicelupkan ke minumanya (milo), di warung ini irisan ayam di mangkok saya besar2 tapi dagingnya habis dulu sebelum nasinya habis, hmm… jika oreo bisa menciptakan experience makan biskuit, kenapa tidak dengan soto ayam hehehehe
Isn’t … that interesting ….

December 29th, 2007 at 16:46
Wah mas tulisannya spektakuler neh…sukses ya mas
January 4th, 2008 at 22:06
gile bener. kok bisa2nya ente punya ide kayak gini. gimana cara nyari wangsitnya. salut deh!
January 5th, 2008 at 21:25
#1 Terimakasih, masih belajar sharing dalam bentuk tulisan, kalau ada kritikan jangan sungkan2.
#2 Wangsit-nya dapet setelah Sampeyan kritik tulisan saya sebelumnya ini, berkesan sok tahu, meng-guru-i dan sombong. Makasih Pak kritikannya, kalau ada yang ga pas saya tunggu kritik nya Bos …
January 6th, 2008 at 0:54
ide yang bagus. semoga bisa diterapkan di lapangan bisnis sebenarnya..
January 8th, 2008 at 23:38
GILA…BENER2 GILA… Sungguh ide yang sangat BRILIANT… Salut untuk Pak Danton…. Hanya orang yang punya ide gila yang akan merasakan kesuksesan yang luar biasa…. Saya jadi ingat dengan cerita seorang pendiri teh botol ternama… Karena pada awalnya ide tersebut dianggap gila oleh orang di sekitarnya… Mudah2an Pak Danton bisa menginspirasikan kita smua untuk membuat ide2 gila lainnya. Sukses untuk kita smua….
January 22nd, 2008 at 10:57
weks..
kalau saya lupa suapan saya gimana mas, tapi saya enggak harus menghitung suapan setiap makan kan..
but thats briliant.. nice..
February 11th, 2008 at 14:31
wedew….jadi berasa artiz de…
*cewek imut dr kota soto*
April 2nd, 2008 at 16:52
ini tulisan kedua yg memancing komentar sy… salut ntuk pak Dan. Kalo sy mau terapkan ide gila jualan soto ini hrs bayar royalti ke pak Dan, ngga ? …kalo bayar & ternyata bangkrut karena gagasan miring ini berarti pak Dan ikut nanggung dosa psikologis ya… Salam sukses…
February 7th, 2009 at 12:18
keren bgt pak idenya…boleh saya pake nggak (itu jg klo saya ada modal)??he..he..
February 10th, 2009 at 8:27
monggo silahkan saja, masih perlu dilakukan beberapa pendekatan aga eksekusinya bisa berjalan dengan baik ….
April 2nd, 2009 at 21:53
Soto??? Hmmm, dimanapun ada, tapi memang banyak yg beda. Beda itu yg pasti ada “bedanya”