perpecahanTeman terdekat saya bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan Diagonistic Center ternama di Surabaya. Beberapa tahun yang lalu perusahaan tempat dia bekerja terpecah menjadi dua. Sebelum perpecahan bisnis tersebut terjadi bisa dikatakan tempatnya bekerja merupakan salah satu Diagonistic Center terbesar di Surabaya.

Seringkali kami berdua berdiskusi tentang strategi marketing, mencoba mencari terobosan dan pola – pola baru penjualan baik untuk perusahaan tempat dia bekerja maupun untuk perusahaan saya. Saat diskusi kemarin, kami berdiskusi tentang perpecahan yang terjadi di tempat dia bekerja. Kali ini bukan tentang penyebab perpecahan tersebut tetapi lebih pada efek dari perpecahan tersebut. Kami mencoba ngobrol tentang efek buat sebuah bisnis hasil perpecahan yang minimal terpecah menjadi dua, dan keduanya masih bergerak dalam bidang yang sama, dengan mengabil sample contoh perusahaan dimana dia bekerja. Benarkah hanya ada efek negatif saja?

Diskusi ini dimulai karena saat teman saya menawarkan jasa perusahaannya ke salah satu bank ternama di jawa timur yang sebelumnya merupakan klien saat perusahaan tempat dia bekerja belum pecah, dan kebetulan diterima oleh salah satu direksi. Direktur bank tersebut menyayangkan perpecahan tersebut, karena seharusnya jika tetap bersama pasti pelanggan tidak harus sibuk memilih diantara keduanya, karena kedua pemilik yang saat ini berpisah sama2 merupakan teman si direktur. Beliau juga menyayangkan karena persaingan kedua perusahaan ini juga justru salaing menganggap saingan satu sama lain. Teman saya pernah bilang mindset yang terbentuk di kalangan teman2 marketingnya ketika tender terjadi adalah “kita boleh tidak memenangkan tender pada sebuah perusahaan asal pemenang tendernya bukan mantan saudara satu perusahaan” Hmm… benar – benar sebuah persaingan yang mantab hehehe

Lalu kenapa saya menulis judul kali ini justru dengan kalimat tanya Positif atau Negatif? Karena memang ada hal positif yang ternyata muncul ketika saya mencoba iseng bertanya “gmn pendapatan perusahaan setelah perpecahan?” ternyata dalam laporan 2007 kemarin pendapatan perusahaan justru meningkat, dan ternyata peningkatan itu terjadi pada kedua perusahaan hasil perpecahan. Aneh? Buat saya iya, saya mencoba membuat kalkusasi sederhana sbb : Perusahan A dalam tahun 2005 mencatat penjualan Rp 1000,-, tahun 2006 terjadi perpecahan sehingga perusahaan A menjadi dua, perusahan B dan perusahaan C, tahun 2007 kedua perusahaan mencatat kenaikan penjualan dibanding 2005, katakan sama2 meningkat 20%, maka perusahan B melakukan penjualan sebesar Rp 1200,- sedangkan perusahaan C juga Rp 1200,- ini berarti jika dijumlahkan menjadi Rp 2400,- atau kenaikan sebesar 140% dari tahun 2005.

Selidik punya selidik, setelah perpecahan terjadi kedua perusahaan sama – sama merasa tidak lagi diatas sehingga strategi marketing, motivasi perbaikan pelayanan dan penjualan bagi karyawan maupun pemilik bergairah lagi. Keduanya sama – sama lebih giat untuk melakukan promosi mencari peluang tender dan pengembangan pasar. Dari sinilah akhirnya kenaikan 140% (dalam ilustrasi saya) bisa dicapai. Sebuah perbaikan dan kenaikan pendapatan yang mungkin tidak bisa didapat ketika perpecahan tidak terjadi.

Seperti halnya dalam keluarga jika orang tua bercerai, ada dua kemungkinan : anak – anak menjadi hancur masa depannya karena menyesali perceraian kedua orangtuanya, atau menghasilkan anak – anak yang lebih tangguh secara mental. Demikian juga perpecahan partnership dalam bisnis, dari hal yang negatif juga mampu menumbuhkan hal – hal positif. Sekalipun mungkin tetap akan lebih banyak sisi negatifnya, tetapi dengan sikap positif hal ini bisa menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi bisnis. Kondisi terbaik yang saya dan mungkin sebagian besar dari kita harapkan adalah bisnis / partnership bisnis tetap utuh tetapi mampu memiliki semangat seperti halnya seorang anak yang lebih tangguh karena perceraian kedua orang tua atau memiliki motivasi seperti halnya sebuah bisnis yang baru saja terpecah.

Perpecahan tentunya bukanlah hal yang diinginkan oleh setiap orang maupun bisnis, namun jika perpecahan yang notabene adalah hal negatif terlanjur terjadi, adalah sebuah kewajiban untuk belajar dari mereka yang telah berhasil membuat perpecahan menjadi sesuatu yang lebih positif.

Isn’t … that interesting ?