Teman terdekat saya bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan
Seringkali kami berdua berdiskusi tentang strategi marketing, mencoba mencari terobosan dan pola – pola baru penjualan baik untuk perusahaan tempat dia bekerja maupun untuk perusahaan saya. Saat diskusi kemarin, kami berdiskusi tentang perpecahan yang terjadi di tempat dia bekerja. Kali ini bukan tentang penyebab perpecahan tersebut tetapi lebih pada efek dari perpecahan tersebut. Kami mencoba ngobrol tentang efek buat sebuah bisnis hasil perpecahan yang minimal terpecah menjadi dua, dan keduanya masih bergerak dalam bidang yang sama, dengan mengabil sample contoh perusahaan dimana dia bekerja. Benarkah hanya ada efek negatif saja?
Selidik punya selidik, setelah perpecahan terjadi kedua perusahaan sama – sama merasa tidak lagi diatas sehingga strategi marketing, motivasi perbaikan pelayanan dan penjualan bagi karyawan maupun pemilik bergairah lagi. Keduanya sama – sama lebih giat untuk melakukan promosi mencari peluang tender dan pengembangan pasar. Dari sinilah akhirnya kenaikan 140% (dalam ilustrasi saya) bisa dicapai. Sebuah perbaikan dan kenaikan pendapatan yang mungkin tidak bisa didapat ketika perpecahan tidak terjadi.
Seperti halnya dalam keluarga jika orang tua bercerai, ada dua kemungkinan : anak – anak menjadi hancur masa depannya karena menyesali perceraian kedua orangtuanya, atau menghasilkan anak – anak yang lebih tangguh secara mental. Demikian juga perpecahan partnership dalam bisnis, dari hal yang negatif juga mampu menumbuhkan hal - hal positif. Sekalipun mungkin tetap akan lebih banyak sisi negatifnya, tetapi dengan sikap positif hal ini bisa menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi bisnis. Kondisi terbaik yang saya dan mungkin sebagian besar dari kita harapkan adalah bisnis / partnership bisnis tetap utuh tetapi mampu memiliki semangat seperti halnya seorang anak yang lebih tangguh karena perceraian kedua orang tua atau memiliki motivasi seperti halnya sebuah bisnis yang baru saja terpecah.
Perpecahan tentunya bukanlah hal yang diinginkan oleh setiap orang maupun bisnis, namun jika perpecahan yang notabene adalah hal negatif terlanjur terjadi, adalah sebuah kewajiban untuk belajar dari mereka yang telah berhasil membuat perpecahan menjadi sesuatu yang lebih positif.
Isn’t … that interesting ?
January 13th, 2008 at 0:09
Memang bener mas, nggak semua efek dari perpecahan perusahaan itu jelek. Tapi tetep aja, perpecahan itu adalah hal yang jelek.
Kalo mau dibahas buanyak banget sebenernya efek efek negatif dari perpecahan. Cuma kata kuncinya disini, KALO perpecahan itu harus terjadi, bagaimana kita dapat menyikapinya secara positif dan memanfaatkannya secara positif pula.
January 13th, 2008 at 4:27
That’s Right Brother :d Point itulah yang memang ingin saya angkat.
Terimakasih Mas Fauzan sudah menyimpulkan dengan tepat kata kuncinya.
January 14th, 2008 at 14:02
Artikel yg Bagus… Kita jg mengalami hal yg sama… Ternyata perpecahan itu tidak selamanya buruk. Beban perusahaan jd semakin kecil, semua lini bisnis di restrukturisasi dan diefisiensi, birokrasi dipangkas, kegiatan promosi lebih gencar, customers dilayani lebih baik, dll. Akhirnya… suatu yg mencengangkan… pendapatan meningkat!!!
Sy jd ingat penelitian AC Nelson mengenai fenomena minimarket yg berdekatan… Ternyata omzetnya meningkat dibanding sebelum ada pesaing…
Bagaimana dgn anda? Akankah terjadi pada Anda juga? wallah huallam bis sawwab.
January 15th, 2008 at 12:31
Perpecahan yang dimaksud di atas saya rasa kok nantinya bisa menimbulkan persaingan tidak sehat. Karena, ada prinsip: jangan sampai perusahaan saudara tiri itu yang memenangkan tender. Bayangkan saja, pasti akan ada banyak cara untuk saling menjegal bahkan saling mencela. Hal tersebut tentu akan menimbulkan efek yang tidak enak pada persaingan bisnis, apalagi ini era globalisasi.
Mengenai hal positif yang diambil, sayang sekali karena Anda tidak membahas penyebabnya. Tapi saya menduga ini disebabkan karena adanya perbedaan prinsip di antara top management. Tapi postingan ini mengingatkan saya akan kasus sebuah perusahaan ekspedisi terbesar di pulau Jawa yang sengaja memecahkan perusahaannya dan memiliki manajemen yang berbeda tetapi tetap satu pemilik. Alasannya? Ya untuk menghindari pajak, terbukti keuntungan perusahaan menjadi lebih besar…sungguhan!