Bagimana Saat Karyawan Kita Ingin Memulai Bisnis Sendiri?
Jika kita adalah seorang entrepreneur, teman dan relasi kita sebagian besar juga pasti seorang entrepreneur, demikian juga buku yang dibaca dan pembicaraan yang terjadi setiap hari selalu dengan tema entrepreneurship, strategi bisnis, ide – ide bisnis dan tema – tema yang semuanya berhubungan dengan bisnis.
Karyawan dalam bisnis kita secara langsung maupun tidak akan mendengar dan melihat gambaran kita tentang mendirikan usaha. Pada akhirnya karena sering mendengar wacana tentang bisnis dan entrepreneur mereka juga akan memiliki gambaran tentang memiliki bisnis sendiri suatu saat nanti. Bahkan ada juga yang telah memiliki ide, strategi dan persiapan untuk memulai usaha sendirinya. Setidaknya inilah yang saya alami sekarang dan mungkin juga Anda alami.
Ketakutan kehilangan karyawan berpotensi sering menjadi alasan ketakutan kita menghadapi hal ini. Saya pribadi lebih memilih mendukung karyawan saya membuka usaha sendiri secepat mungkin bahkan ketika mereka masih bekerja di bisnis saya. Bagaimana dengan Anda ?
Jika sama dengan saya memilih mendukung mereka tentu setidaknya kita telah memiliki persiapan yang sama / serupa. Tetapi bagi Anda yang masih merasa atau melihat seorang karyawan yang berencana membuat usaha nya sendiri merupakan suatu momok dan hambatan pada bisnis Anda sendiri, tips dan persiapan dari mentor saya berikut kemungkinan besar juga bisa Anda gunakan :
Pertama, sistem diatas segalanya. Sekalipun usaha Anda baru dibuka kemarin sore bukan alasan untuk tidak memiliki sistem kerja dalam bisnis. Membentuk atau setidaknya merencanakan secara tertulis sistem bisnis sebaiknya dimulai dari hari pertama bisnis dibuka atau dibuat hari ini juga jika bisnis sudah jalan tetapi sitem belum ada. Sekalipun Anda masih bekerja sendiri sistem sudah bisa dibuat setidaknya ada struktur organisasi jadi ketika semua pekerjaan kita lakukan sendiri setidaknya kita tahu kita sedang bekerja dalam posisi apa dalam struktur organisasi yang telah dibuat. Karyawan boleh datang dan pergi entah karena pindah kerja, buka bisnis sendiri, menikah, pindah rumah atau apapun. Sistem harus ada.
Kedua, SADAR kita tidak mungkin menghalangi karyawan memulai usahanya sendiri. Hal ini sangat penting karena mau tidak mau jika kita adalah orang yang optimis dengan bisnis ini akan menular pada orang yang dekat dengan kita. Seperti halnya tanaman yang disemai setiap hari, keinginan karyawan untuk memulai usaha sendiri mendapapatkan pupuk yang hebat dari rasa optimis kita.
Apakah ingat aturan saat kita mengikuti Ospek / Bina Mental atau menghadapi senior saat pelatihan :
1. Senior selalu benar
2. Kembali ke aturan 1
Hehehe demikian juga mentor saya ketika memberikan tips tentang hal ini, aturan berikutnya adalah kembali ke TIPS PERTAMA kemudian TIPS KEDUA dan kembali lagi ke tips pertama.
Mengkomunikasikan 2 tips ini pada karyawan kita bisa berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lain, beberapa pendekatan yang saya lakukan antara lain seperti ini :
- Mengajak dia melihat kedepan dimana suatu saat dia telah memiliki bisnis dan juga memiliki karyawan , bagaimana dia ingin karyawan-nya nanti bersikap, itulah yang saya tetap inginkan dari dia selama dia menjalani bisnisnya sendiri sembari bekerja di bisnis saya. Ini untuk karyawan yang bisa diajak berdiskusi dan memiliki tanggung jawab yang besar,
- Mencoba menjajaki sinergi dengan bisnis kita jika memang ada peluang untuk itu,
- Membuka peluang bisnis bersama dengan karyawan bersangkutan,
- Membiarkan benar – benar bisa berkembang dengan usahanya sendiri.
Dengan pendekatan tersebut Puji Tuhan, saat ini semua team dalam bisnis saya bisa tetap kompak. Justru keinginan untuk memiliki bisnis sendiri, dan bahkan telah ada yang memiliki bisnis sendiri, semakin meningkatkan semangat kerja karyawan saya.
Punya pendekatan atau tips lain yang pasti efektif dalam bisnis Anda, pastikan untuk menambahkan tips – tips Anda disini? Sehingga semakin bermanfaat dan menambah semangat untuk teman – teman pebisnis yang sedang menghadapi tantangan ini.
Salam GLADNESS,

January 10th, 2009 at 14:31
karyawan memulai usaha sendiri malah bagus mas danton. itu artinya ilmu kita diserap mereka, dan kita akan makin terpacu mencari dan meramu strategi yang baru untuk lebih sukses lagi
January 11th, 2009 at 0:07
Setuju banget dengan mas Danton!
Dukung terus gerakan entrepreneurship di negeri ini.
Kalau bisa semua karyawan orang Indonesia jadi entrepreneur, sehingga para entrepreneur Indonesia ini memiliki karyawan yang berasal dari luar negeri kita…asyik kan… jika kita punya karyawan dari Amrik, Jepun, China, dll…hehehe…
Salam Sukses UKM,
Wuryanano
January 12th, 2009 at 8:27
@ Mr Det : Bener sekali Mas, jika semua bisnis owner SADAR bahwa hal itu semakin memacu dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dan pastinya lebih SUKSES.
Apa yang dicita – citakan Pak Nano sangat mungkin terjadi apalagi kalau semakin banyak kampus seperti Swastika Prima, tagline nya saja sudah Entrepreneur Campus.
January 12th, 2009 at 22:13
Sepakat 101% Mas Danton Prabawanto, SKd terutama pada 4 pendekatan yg saya rasa itu sudah menonjok orang dari berbagai tipe kepribadian, org dr berbagai sudut pandang..
hehehe
prinsipnya karyawan juga manusia,karyawan juga butuh leverage kayaknya…jd gkcuman pebisnis yg ingin leverage
okey
Semakin banyak Entrepreneur, semakin berkembang Negara ini, karena perputaran uang di dalam negeri bisa semakin cepat dan Tepat…karena digunakan untuk perputaran ekonomi makro.
Maju Terus UKM Jatim dan Indonesia raya
Salam
Rony Orysu
http://www.orysu.com
January 13th, 2009 at 12:17
sebetulnya, karyawan tidak harus keluar, di negara maju minimal yg pernah sy lihat, mereka tidak selalu keluar, ownernya yg memberikan kepemilikan sebagian sahamnya ke karyawan. Atau sebetulnya hal itu juga sudah dilakukan di negara kita cuma sy yg mungkin kuper
Sebab mendidik karyawan baru butuh biaya, resiko, dst. Seringkali mempertahankan/maintain itu lebih hemat dari mencari yg baru. Berlaku juga buat customer, mempertahankan customer lama lebih hemat daripada mencari customer baru, kadang2 sih.
January 14th, 2009 at 13:48
Sy jadi teringat teman sekantor yang tiba-2 “meracuni” kami dengan ide bisnisnya. Semangatnya begitu terasa dan menggugah jiwa enterpreneur, paling tidak untuk saya. Walaupun saya tidak tahu ide bisnis apa yang dia sampaikan
tapi semangatnya itu lho,
.
Begitu banyak yang dia sampaikan dengan begitu referensi yang cukup bervariasi walaupun saya juga pernah mendengar itu sebelumnya tapi gayanya itu I never seen like that before, atau karena mungkin saya dulu seperti dia
January 16th, 2009 at 19:09
Wah hebat tipsnya.. demi kepentingan bersama memang kita harus memikirkan juga karyawan kita
lakukan yang terbaik untuk dia dan dia juga akan selalu setia berkerja sama…
March 18th, 2009 at 18:41
wah, dah lama gak update blognya.
..
dan dapetin info yang menarik.. ini yg selama bbrp minggu ini jadi pemikiran
thx yooo
May 9th, 2009 at 9:43
Wah ini namanya bos yg punya hati seluas samudra. kebanyakan pemberi kerja justru memusuhi ketika karyawannya hendak mandiri dengan alasan : akan menjadi pesaing, mengganggu proses dalam perusahaan. Kebiasaan Susah melihat orang lain Senang rupanya banyak menjangkiti kalangan pengusaha. Sebuah kebanggaan bagi kita kalau berhasil “mencetak” karyawan 2 yang sukses. Bukankah itu sebuah karya juga dalam hidup kita. Sukses buat bro Danton, salam kenal..
May 22nd, 2009 at 15:37
hebat,lalu apa yang harus saya lakukan saya juga ingin berbisnis……….
May 24th, 2009 at 14:40
yang harus dilakukan ME-MULAI mas … sukses selalu