Internet Tidak Merubah Konsep Dasar Bisnis
Jangan Panik! Internet cuma sarana untuk memperlancar bisnis yang sudah ada. Konsep dasarnya tetap sama
Kemarin saya chatting dengan teman, saat ini dia sibuk merintis bisnis di internet. Sayangnya dia terperangkap dalam pola bisnis dengan landasan kaya cepat di internet. Hati kecil saya ingin sekali mencegah dia meneruskan ini dan berharap dia mau merubah semangat bisnis online nya menjadi lebih baik.
Kebetulan, tips bisnis Zig Ziglar hari ini menjawab point penting tentang bisnis di internet bahwa internet tidak merubah konsep suatu bisnis ‘offline’ tetapi internet dapat memperlancar sebuah bisnis atau memperlancar sesorang menjadi pebisnis.
Contoh – contoh nyata akan memudahkan kita menggali lebih dalam tips bisnis kita kali ini, seperti :
Contoh Pertama : Membuka Toko Baju
Sebelum Internet marak untuk bisa memiliki toko baju, minimal kita harus punya STOK BAJU dan lokasi toko (dan tentu masih ada banyak lainnya). Modal dasar yang diperlukan untuk 2 hal itu saja tidak sedikit (entah memulai dengan modal pinjaman atau modal sendiri, tetap akan membutuhkan nominal yang cukup besar)
Katakanlah kita telah memiliki toko baju offline tersebut, kemudian kita menggunakan pola bisnis pada toko tersebut seperti ini :
Buat orang mampir ke toko -> buat pengunjung toko menjadi pembeli -> buat pembeli menjadi pelanggan -> pertahankan pelanggan.
Nah, sekarang kita bandingkan dengan membuat toko baju online. Hal yang harus dimiliki menjadi berubah dari stok baju menjadi hanya foto baju / produk, dan lokasi menjadi sebuah domain dan hosting. Toko tetap bisa berjalan tanpa adanya stok baju cukup dengan berkompromi dengan supplyer atau produsen bahwa kita akan ambil barang saat ada pemesanan / pembelian. Modal dasar untuk memulai usaha online melalui internet bisa jadi hanya 1% dari memulai bisnis offline. Tentu ini memperlancar bagi siapa saja yang ingin memiliki bisnis. Bagaimana dengan pola bisnis nya ?
Pola bisnis online tetap akan sama dengan pola bisnis yang sudah ada sebelumnya. Pola bisnisnya sama sekali tidak berubah dan tidak menjadi lebih mudah. Kalau mau toko online nya ramai lakukan pola bisnis yang sama dengan bagaimana membuat sebuah toko baju offline menjadi ramai.
—-
Contoh kedua : Membangun Media / Publisher
Saya pernah punya beberapa teman yang mendirikan bisnis majalah gratis, istilah keren versi Tukul : free magazine. Berharap pendapatan datang dari iklan. Ketika ngobrol sharing dan mereka minta pendapat saya bagaimana nantinya bisnis majalah mereka. Jawaban saya waktu itu : dengan modal dan network yang kalian miliki sekarang saya prediksi kalian hanya akan terbit 3 kali setelah itu buyar.
Dan celakanya kok ya prediksi saya benar, mereka terbit 4 kali dan diakhir penutupan menanggung hutang > Rp 30 juta (diluar modal dasar). Kerugian yang ditanggung cukup besar untuk skala pemula. Kalau untuk pemula aja besar apalagi untuk profesional.
Kita akan coba lihat pola bisnis publisher, anggap saja seperti ini :
Tentukan Target Pembaca -> Siapkan Materi Berita / Konten -> Sebarkan ke Target Pembaca -> Dapatkan pembaca setia -> Tawarkan ke Pemasang Iklan
Bagaimana dengan online publisher? Tentunya tidak akan butuh > Rp 30 juta, untuk 4 kali terbit, bahkan GRATIS pun bisa dengan membuka account gratis di blogspot atau wordpress. Jauh lebih sederhana untuk bisa memliki bisnis media dengan menggunakan internet.
Namun sekali lagi pola dasar bisnis publisher untuk sukses tetaplah sama, baik online maupun offline.
—
Banyak yang terjebak dengan fenomena kaya cepat melalui internet. Mereka – mereka yang punya landasan cepat kaya seringkali lupa dengan pola dasar bisnis itu sendiri.
Mereka melupakan pola bisnis karena berkaca pada hasil yang telah dicapai orang lain, kemudian melihat apa bisnis online orang lain tersebut, kemudian serta merta meniru. Sering kita dengar : Si A kaya melalui internet hanya dengan menjadi publisher, pendapatannya sudah $10.000 per bulan tanpa bekerja.
Benarkah demikian? Sangat mungkin terjadi jika dia memiliki pola bisnis sebuah media offline.
Banyak orang meniru OUTPUT nya saja. BUKAN meniru pola bisnis nya. Bahkan kemudian menggunakan cara – cara instant dan melanggar aturan namun tetap saja tidak bisa mendapatkan hasil maksimal.
Yang lebih celaka lagi, ketika si A kemudian gembor – gembor bahwa dia telah SUKSES melalui internet hanya dengan nongkrong saja. Kemudian menjual dalam seminar – seminar dengan tema utama : Kaya di Internet tanpa bekerja. Waduh … bukannya mengajarkan pola dasar bisnis, malah mengajarkan kaya tanpa bekerja. Tentu saja si A semakin kaya dari uang peserta seminar hehehe, yang terjadi negeri ini semakin mudah di-bodoh-i
Memulai bisnis di internet sangat ’simple’ (kata yang menurut saya lebih tepat daripada ‘mudah’, simple = sangat mungkin dilakukan tapi tidak berarti mudah). Kita cukup mengamati, mengikuti, meniru, dan atau memodifikasi POLA BISNIS DASAR dari sebuah bisnis yang telah terbukti sukses. Kemudian menerapkan dalam bisnis online kita.
Internet tidak membuat kita kaya cepat tanpa bekerja, tapi intenet membantu kita lebih SIMPLE untuk kaya ….. lebih SIMPE untuk memulai bisnis ….. dan lebih SIMPLE untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Jika memang memulai bisnis di internet itu sangat SIMPLE, kenapa tidak kita mulai dari SEKARANG?
Salam GLADNESS,
NB : Topik tentang ini mungkin sering kali kita baca / diskusikan di berbagai tempat. Semoga Sharing Qoute In Desk dari Zig Ziglar hari ini bisa melengkapi diskusi / tulisan yang telah ada sebelumnya.

January 16th, 2009 at 6:36
dan herannya saat ini para pemimpi kaya cepat lewat internet itu sudah berani pasang iklan link afiliasi mereka ke situs ‘rumus bisnis’ punya wong semarang itu. dia memang pionir di bisnis ‘kaya cepat’ itu.
memang benar om, pola bisnisnya sama aja. inti bisnis adalah transaksi, ada pertukaran, baik informasi, jasa maupun produk
salam sejahtera!
January 17th, 2009 at 18:19
bedanya kalo menurutku, kalo bisnis offline itu ada barang ada uang, kalo bismis online kebalikannya, ada uang ada barang..
January 25th, 2009 at 18:01
wah……
bisa nih referensi.
thaks bru.
February 7th, 2009 at 11:53
bener bgt pak, negeri kita ini butuh orang2 yang mencerdaskan saudara2nya bukan sebaliknya…
February 10th, 2009 at 4:46
kenapa ya banyak yang tidak suka dengan bisnis internet yang jual informasi?
padahal itu kan mendidik. membantu sesama. sebenarnya bukan salah jualan informasi ataupun apalah namanya, yang terpenting adalah kita mempraktekan apa yang kita tahu, bukan menghakimi orang lain. atau mencari kambing hitam dari kegagalannya itu.
February 10th, 2009 at 8:27
saya setju dengan Farraha bahwa tidak ada yang salah dengan menjual informasi, di offline menjual buku juga merupakan bisnis menjual informasi.
sudut pandang yang saya lihat bukan masalah menjual informasi nya, salah satu contoh yang ada diatas juga menyediakan informasi untuk mendapatkan pendapatan.
fokus nya lebih pada bahwa bisnis di internet tetap membutuhkan POLA untuk bisa sukses long term.
Internet sangat memudahkan bisnis, tetapi tidak serta merta menghapus pola bisnis yang sudah ada ….
February 14th, 2009 at 17:34
informasi dan pendidikan dengan internet / e-edu / e-learn dst.., barangkali masih terlalu “mahal” bukan membeli tetapi mempelajari dan atau mendalami/ dan saya kira seseorang harus sudah siap stay online untuk beberapa jam/ aktifitas lain cari inkam yang lebih “gawe fisik” ? perlu pengelolaan waktu bagi seseorang./ salam sukses
salam
March 5th, 2009 at 23:45
Memang benar, yang berbda hanya medianya saja, soal kerja keras dan sungguh-sungguh adalah hal yang wajib dalam bisnis online. Jadi jangan terlalu terobsesi untuk dengan mudah dapat sesuatu yg luar biasa dari bisnis internet ini.
salam sukses
March 7th, 2009 at 1:02
seep mas, manstab !!! saya banyak belajar dari blog’e sampyan…
April 2nd, 2009 at 20:36
sepakat pak, akarnya saya rasa adalah LAPAR, setelah sekian lama ngisinya susah, akal sehat pun no sekian. offline dan online itu serupa hanya beda “dunia”.
salam sukses