Menghadapi pelanggan cerewet, susah atau mudah?
Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang membutuhkan latihan, empati dan perhatian yang sungguh terhadap orang lain
Semalam seorang teman menanyakan “Gimana cara menghadapi istri yang cerewet seperti burung Beo setiap pagi?”
Nah loh, trus apa hubungannya dengan bisnis?
Dalam bisnis kalau pelanggan sudah dianggap sebagai istri ungkapan yang sama mungkin tanpa disadari sering kita lontarkan “Pelanggan cerewet, pelanggan yang sulit, pelanggan bawel dan banyak maunya” … hayo siapa yang pernah melontarkan kalimat ini ?
Terus saya menjawab cukup sederhana dengan satu kalimat seperti ini :
“Anggap aja sekarang belum menikah dan istri mu sekarang ini masih pacar mu, apa yang kamu lakukan ?”
Secara NLP (weleh opo maneh iki … abis ngambil Licensed Practitioner of NLP (TM) jadi sok – sok menghubung-hubungkan dengan NLP), yang saya lakukan hanya membangkitkan ingatan dia ketika masih pacaran, mengembalikan memori, perasaan, dan hal – hal lain ketika masih pacaran dulu, kemudian membawa memori itu pada situasi sekarang. Mungkin dulu kalau cerewet dianggap memberikan masukan positif atau mungkin juga perhatian dan tanda kasih sayang, tetapi sekarang dianggap menjengkelkan. State of Mind waktu pacaran itulah yang dibawa pada hal yang sama yang dihadapi sekarang.
Nah terus apa yang dia lakukan untuk menghadapi istrinya ? ya terserah dia hehe, tapi saya yakin dia bisa menemukan caranya karena sudah terbukti dia pernah mampu menghadapi saat pacaran dulu. Dan karena kemampuan nya itu mereka sepakat untuk menikah.
Kembali mengkait – kaitkan dengan dunia bisnis / usaha …
Kalau bisnis / usaha Anda, sama seperti usaha saya yang dimulai dari titik 0 (nol) atau bahkan minus, MEMORI ketika pertama kali mendapatkan klien / pelanggan … bagaimana kita melayani mereka sesaat sebelum ada keputusan membeli produk / layanan kita … atau apapun yang kita lakukan ketika kita menganggap bahwa pelanggan masih pacar kita, bisa kita bangkitkan kembali untuk menghadapi situasi – situasi dimana kita beranggapan bahwa pelanggan kita sekarang ini merepotkan, cerewet, bawel, banyak maunya dll ….
Jadi pertahankan pelanggan sebagai Pacar atau Kekasih Anda … jangan pernah menikah dengannya hehehe
Nah trus hubungan nya ama qoute / kutipan bisnis dari zig ziglar hari ini apa? ga ada deh sepertinya, tapi kalau mo di hubung-hubungkan sendiri ya ndak ada masalah hehehe … silahkan hubungkan sendiri aja deh …
Salam GLADNESS,
NB : Istilah PACAR dan ISTRI untuk mendefinisikan PELANGGAN pernah saya baca atau dengar, cuma saya lupa dimana atau tulisan siapa yang saya baca, semoga si pemilik istilah tidak keberatan saya gunakan di blog ini.

February 10th, 2009 at 11:22
hm… NLP ya om?
kalo menurut pengalaman sih, calon pelanggan yang cerewet biasanya malah ndak jadi transaksi. kalo pelanggan yang cerewet biasanya mau transaksi lagi.
memang butuh kesabatan extra untuk menghadapinya. kalo sudah mencapai puncak, matikan saja HP dan YM hehehe…
February 23rd, 2009 at 22:28
Pelanggan cerewet karena produk atau jasa kita belum memenuhi kebutuhan mereka. Berikan apa yang mereka mau. Kecerewetan pelanggan akan tinggal sejarah
April 2nd, 2009 at 21:46
Anggap pelanggan sebagai pacar adalah sebuah cara paling jitu. Salam
May 20th, 2009 at 13:10
Hi pak. Dah tambah suskes ya.
Wah dah bahasnya pelanggan yah. Saya masih bekutat dengan dunia karyawan.
May 24th, 2009 at 14:42
Hallo Mas, wah happy problem donk berkutat dengan karyawan … sukses selalu ya …