<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Danton Prabawanto, S.Kd &#187; Ide &amp; Sharing Bisnis</title>
	<atom:link href="http://dantonprabawanto.com/category/bisnis-karir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dantonprabawanto.com</link>
	<description>Small Things to be The Blessing Company</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2009 02:41:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagimana Saat Karyawan Kita Ingin Memulai Bisnis Sendiri?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2009/01/10/bagimana-saat-karyawan-kita-ingin-memulai-bisnis-sendiri/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2009/01/10/bagimana-saat-karyawan-kita-ingin-memulai-bisnis-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 05:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis strategi]]></category>
		<category><![CDATA[team bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita adalah seorang entrepreneur, teman dan relasi kita sebagian besar juga pasti seorang entrepreneur, demikian juga buku yang dibaca dan pembicaraan yang terjadi setiap hari selalu dengan tema entrepreneurship, strategi bisnis, ide &#8211; ide bisnis dan tema &#8211; tema yang semuanya berhubungan dengan bisnis.
Karyawan dalam bisnis kita secara langsung maupun tidak akan mendengar dan melihat gambaran kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-124" title="start-new" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2009/01/start-new.jpg" alt="start-new" width="200" height="202" />Jika kita adalah seorang entrepreneur, teman dan relasi kita sebagian besar juga pasti seorang entrepreneur, demikian juga buku yang dibaca dan pembicaraan yang terjadi setiap hari selalu dengan tema entrepreneurship, strategi bisnis, ide &#8211; ide bisnis dan tema &#8211; tema yang semuanya berhubungan dengan bisnis.</p>
<p>Karyawan dalam bisnis kita secara langsung maupun tidak akan mendengar dan melihat gambaran kita tentang mendirikan usaha. Pada akhirnya karena sering mendengar wacana tentang bisnis dan entrepreneur mereka juga akan memiliki gambaran tentang memiliki bisnis sendiri suatu saat nanti.  Bahkan ada juga yang telah memiliki ide, strategi dan persiapan untuk memulai usaha sendirinya. Setidaknya inilah yang saya alami sekarang dan mungkin juga Anda alami.</p>
<p>Ketakutan kehilangan karyawan berpotensi sering menjadi alasan ketakutan kita menghadapi hal ini. <em>Saya pribadi lebih memilih mendukung karyawan saya membuka usaha sendiri secepat mungkin</em> bahkan ketika mereka masih bekerja di bisnis saya.  Bagaimana dengan Anda ?<span id="more-123"></span></p>
<p>Jika sama dengan saya memilih mendukung mereka tentu setidaknya kita telah memiliki persiapan yang sama / serupa. Tetapi bagi Anda yang masih merasa atau melihat seorang karyawan yang berencana membuat usaha nya sendiri merupakan suatu momok dan hambatan pada bisnis Anda sendiri, tips dan persiapan dari mentor saya berikut kemungkinan besar juga bisa Anda gunakan :</p>
<p>Pertama, <strong>sistem diatas segalanya</strong>. Sekalipun usaha Anda baru dibuka kemarin sore bukan alasan untuk tidak memiliki sistem kerja dalam bisnis. Membentuk atau setidaknya merencanakan secara tertulis sistem bisnis sebaiknya dimulai dari hari pertama bisnis dibuka atau dibuat hari ini juga jika bisnis sudah jalan tetapi sitem belum ada. Sekalipun Anda masih bekerja sendiri sistem sudah bisa dibuat setidaknya ada <a title="Pentingnya Struktur Organisasi" href="http://dantonprabawanto.com/2008/01/02/perlukah-memiliki-struktur-organisasi/" target="_blank">struktur organisasi</a> jadi ketika semua pekerjaan kita lakukan sendiri setidaknya kita tahu kita sedang bekerja dalam posisi apa dalam struktur organisasi yang telah dibuat. Karyawan boleh datang dan pergi entah karena pindah kerja, buka bisnis sendiri, menikah, pindah rumah atau apapun. Sistem harus ada.</p>
<p>Kedua, <strong>SADAR</strong> kita tidak mungkin menghalangi karyawan memulai usahanya sendiri. Hal ini sangat penting karena mau tidak mau jika kita adalah orang yang optimis dengan bisnis ini akan menular pada orang yang dekat dengan kita. Seperti halnya tanaman yang disemai setiap hari, keinginan karyawan untuk memulai usaha sendiri mendapapatkan pupuk yang hebat dari rasa optimis kita.</p>
<p>Apakah ingat aturan saat kita mengikuti Ospek / Bina Mental atau menghadapi senior saat pelatihan  :<br />
1. Senior selalu benar<br />
2. Kembali ke aturan 1</p>
<p>Hehehe demikian juga  mentor saya ketika memberikan tips tentang hal ini, aturan berikutnya adalah kembali ke TIPS PERTAMA kemudian TIPS KEDUA dan kembali lagi ke tips pertama.</p>
<p>Mengkomunikasikan 2 tips ini pada karyawan kita bisa berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lain, beberapa pendekatan yang saya lakukan antara lain seperti ini :</p>
<ul>
<li>Mengajak dia melihat kedepan dimana suatu saat dia telah memiliki bisnis dan juga memiliki karyawan , bagaimana dia ingin karyawan-nya nanti bersikap, itulah yang saya tetap inginkan dari dia selama dia menjalani bisnisnya sendiri sembari bekerja di bisnis saya. Ini untuk karyawan yang bisa diajak berdiskusi dan memiliki tanggung jawab yang besar,</li>
<li>Mencoba menjajaki sinergi dengan bisnis kita jika memang ada peluang untuk itu,</li>
<li>Membuka peluang bisnis bersama dengan karyawan bersangkutan,</li>
<li>Membiarkan benar &#8211; benar bisa berkembang dengan usahanya sendiri.</li>
</ul>
<p>Dengan  pendekatan tersebut Puji Tuhan, saat ini semua team dalam bisnis saya bisa tetap kompak. Justru keinginan untuk memiliki bisnis sendiri, dan bahkan telah ada yang memiliki bisnis sendiri, semakin meningkatkan semangat kerja karyawan saya.</p>
<p>Punya pendekatan atau tips lain yang pasti efektif dalam bisnis Anda, pastikan untuk menambahkan tips &#8211; tips Anda disini? Sehingga semakin bermanfaat dan menambah semangat untuk teman &#8211; teman pebisnis yang sedang menghadapi tantangan ini.</p>
<p>Salam GLADNESS,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2009/01/10/bagimana-saat-karyawan-kita-ingin-memulai-bisnis-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengukur Sukses Hanya Dengan Melihat Siapa Sahabat Kita</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/12/31/mengukur-sukses-hanya-dengan-melihat-siapa-sahabat-kita/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/12/31/mengukur-sukses-hanya-dengan-melihat-siapa-sahabat-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 04:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[quote bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[teman bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Kelilingi dirimu hanya dengan orang &#8211; orang yang akan mengangkat kamu lebih tinggi. &#8221;
Oprah Winfrey,  presenter dan host Oprah Winfrey Show
&#8220;Memilih teman dalam pergaulan sehari &#8211; hari sangat penting&#8221; begitulah dalam bahasa ala S.Kd quote bisnis dari Oprah Winfrey diatas. Di kolam mana kita hidup dan ikan apa saja yang hidup bersama sangat menentukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8221; Kelilingi dirimu hanya dengan orang &#8211; orang yang akan mengangkat kamu lebih tinggi. &#8221;</p>
<p><em><strong>Oprah Winfrey</strong>,  presenter dan host Oprah Winfrey Show</em></p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="network" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/network.jpg" alt="network" width="200" height="147" />&#8220;Memilih teman dalam pergaulan sehari &#8211; hari sangat penting&#8221; begitulah dalam bahasa ala S.Kd quote bisnis dari Oprah Winfrey diatas. Di kolam mana kita hidup dan ikan apa saja yang hidup bersama sangat menentukan apa makanan kita dan akan menjadi ikan apa nantinya. Apakah ikan yang mengakiri hidup di penggorengan atau ikan yang telurnya atau bahkan siripnya saja berharga lebih mahal dari sebongkah berlian.</p>
<p>Memilih dan memilah teman bukan berarti tidak mau berteman dengan setiap orang. Berteman dengan setiap orang dan membuka jalur pertemanan seluas mungkin adalah hal yang bagus. Tetapi MEMILIH SAHABAT merupakan hal wajib.</p>
<p>Arti Sahabat kali ini saya artikan teman yang cukup sering berinteraksi dengan kita. Dari 20 orang sahabat, kita sudah bisa mengukur seberapa sukses kita dimasa mendatang, setidaknya demikian menurut Roger Hamilton yang setahu saya memperkenalkan &#8220;Wealth Network Team&#8221; suatu alat ukur kesuksesan kita berdasarkan pada jaringan pertemanan yang kita miliki. Begini cara kerja alat ukur ini :</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p>Pertama, silahkan tuliskan 20 nama sahabat / orang terdekat Anda saat ini, siapa saja yang sering berinteraksi dengan Anda baik dalam tatap muka langsung, email, telepon, chating atau media komunikasi lainnya. Ya. <strong><em>20 orang yang paling sering berkomunikasi dengan Anda</em></strong>, baik istri, suami, pacar, karyawan, teman bisnis, tetangga atau siapapun. </p>
<p>Sebaiknya Anda tuliskan sekarang, karena ini hanya akan efektif dan bisa bekerja jika Anda menuliskan 20 nama itu sekarang. Tidak ada salah atau benar, tetapi tanpa 20 nama sahabat Anda sekarang, ini tidak berarti apapun.</p>
<p>Seperti halnya membaca novel langsung ke halaman belakang dan mengetahui akhir cerita membuat alur cerita dalam novel tidak lagi berarti, demikian juga mengetahui cara kerja alat ukur ini tanpa lebih dulu menuliskan 20 nama akan membuatnya menjadi hambar dan tidak lagi bisa mengetahui nilai sesungguhnya.</p>
<p>Silahkan ambil kertas atau buka notepad di komputer Anda sekarang. Selama browser ini tetap terbuka, saya dan tulisan blog ini akan tetap setia menunggu Anda sampai selesai menulis 20 nama sahabat Anda.</p>
<p>Baiklah kalau sudah selesai, btw boleh saya tahu berapa lama Anda menuliskan nama 20 orang teman?  5 menit , 10 menit, 20 menit atau lebih dari 30 menit?</p>
<p>Apakah mengalami kesulitan?</p>
<p>Jika iya saya pun demikian pada awal menggunakan alat ukur ini. Sekarang karena terbiasa mereview daftar 20 orang dalam network saya setiap bulannya sehingga jauh lebih cepat dalam menuliskannya. Oh iya pastikan Anda memiliki 20 nama, jika kurang tulis saja siapa yang Anda ingat, kita akan bersama memperbaikinya nanti.</p>
<p>Kita akan mengelompokkan 20 sahabat yang sudah kita list tadi kedalam 4 kelompok network :</p>
<p><strong>1. RESOURCE NETWORK<br />
</strong>Sahabat dalam kelompok ini adalah sahabat yang bisa memberikan peluang, pengetahuan atau keuangan yang kita butuhkan untuk meningkatkan kapasitas diri kita. Kelompok network ini dibagi menjadi 3 kategori :</p>
<ul>
<li><strong>OPPORTUNISTS<br />
</strong>Sahabat yang bisa memberikan ide dan peluang baru, sahabat tempat kita mengadu untuk mendapatkan solusi yang kita butuhkan.</li>
<li><strong>ADVISORS<br />
</strong>Sahabat kita ini memiliki dan bersedia membagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Dia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih dibandingkan kita. Mentor Anda atau orang &#8211; orang yang Anda kagumi seringkali menjadi sahabat Anda di kategori ini.</li>
<li><strong>FINANCIERS</strong><br />
Sahabat ini selalu mendukung Anda untuk sukses dengan bersedia membantu memenuhi kebutuhan yang Anda perlukan, bersedia mendanai proyek / bisnis Anda, memberikan pinjaman dana pada bisnis Anda. Banker, Investor, atau siapapun yang membantu Anda di sisi keuangan merupakan sahabat Anda di kategori ini. </li>
</ul>
<p>Silahkan lihat kembali daftar 20 nama yang sudah dituliskan, tuliskan di sisi kanan nama mereka termasuk dalam kategori mana teman &#8211; teman Anda. Jika tidak termasuk dalam kelompok ini masih ada 3 kelompok lain, kita tuliskan lagi nanti. Kita coba apakah mereka masuk dalam kelompok kedua.</p>
<p> </p>
<p><strong>2. SUPPORT NETWORK</strong><br />
Sahabat dalam kelompok ini mendukung kita baik secara moral dan tindakan untuk meraih kesuksesan. Kelompok network ini juga dibagi menjadi 3 kategori :</p>
<ul>
<li><strong>PEERS<br />
</strong>Sahabat ini merupakan teman seperjuangan, orang yang kita bisa saling belajar untuk sukses, membuat kita lebih percaya diri bahwa kita berada pada jalur yang benar, saling memberikan masukan positif dan kritikan yang membangun. Teman yang bisa untuk berbagi saling memberi dan menerima dengan seimbang. Sering kita menemukan sahabat di kategori ini dalam suatu komunitas / perkumpulan.</li>
<li><strong>ADVOCATES</strong><br />
Merupakan sahabat yang senang membantu Anda, secara aktif merekomendasikan Anda atau bisnis Anda pada jaringan pertemanannya, membantu Anda menemukan network baru. Sahabat yang percaya pada kemampuan Anda dan menceritakan kemampuan Anda pada orang lain. Dia juga menjadi sumber referensi orang yang baru Anda kenal untuk mengetahui siapa diri Anda.</li>
<li><strong>SUPPORTERS<br />
</strong>Sahabat Anda kali ini memberikan dukungan secara moral tetapi tidak terlibat langsung dalam aktifitas kesuksesan Anda. Sekalipun tanpa terlibat langsung tanpa dukungan mereka Anda merasa ada yang kurang. Sahabat biasanya adalah anggota keluarga.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Kembali kita melihat daftar 20 nama, tuliskan di sisi kanan nama mereka termasuk dalam kategori mana network kita. Jika tidak termasuk dalam kelompok ini masih ada 2 kelompok lain, kita tuliskan lagi nanti. Kita coba apakah mereka masuk dalam kelompok ketiga.</p>
<p>Oh ya sebelum membahas kelompok ketiga, saat ini Anda masih boleh menuliskan satu nama masuk dalam 2 kategori berbeda, nanti setelah semua kategori kita bahas baru akan kita tentukan di kategori mana sesorang paling dominan.</p>
<p> <br />
<strong>3. PRODUCTION NETWORK<br />
</strong>Sahabat dalam kelompok ini merupakan orang yang membantu melakukan eksekusi di lapangan. Pada kelompok ini kita akan bagi menjadi 2 kategori saja :</p>
<ul>
<li><strong>MANAGERS</strong>,<br />
Seorang sahabat yang bisa mengerjakan pekerjaan dalam bisnis Anda, bahkan dia bisa mengerjakan sesuatu pekerjaan lebih baik dari Anda. Dia juga memberikan laporan langsung pada Anda apa yang dikerjakannya. Mampu melakukan pekerjaan manajemen untuk membuat bisnis Anda menjadi lebih baik. Sahabat Anda ini juga merupakan orang yang loyal terhadap Anda atau bisnis Anda. Karyawan bisa masuk dalam kategori ini sekalipun jabatannya bukan seorang manager.</li>
<li><strong>TEAM</strong>,<br />
Merupakan sahabat Anda yang mengerjakan pekerjaan keseharian dalam bisnis Anda, karyawan yang tidak masuk dalam kategori Managers sebagian besar merupakan network anda di kategori ini.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Mari kita review kembali daftar 20 nama kita, dengan kelompok ketiga barusan. Masih ada nama yang belum masuk kategori, ini dia kategori terkahir dalam alat ukur kita kali ini :</p>
<p><strong>4. POVERTY NETWORK</strong><br />
Sahabat yang berada di bawah Anda secara pengetahuan, keuangan atau hal &#8211; hal lainnya. Sahabat Anda dalam kelompok ini juga berpotensi untuk menghancurkan mimpi dan motivasi Anda untuk sukses. Kelompok ini terdiri dari 4 kategori, yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>DOOMSAYERS</strong><br />
Sahabat kita ini selalu membicarakan atau mengungkapkan hal &#8211; hal yang negatif, apa yang menjadi topik saat kita berinteraksi dengannya merupakan pembicaran negatif. Mungkin kalau saat ini yang dibicarakan selalu akibat krisis global, menyesali hujan setiap hari, jualan sepi, pokok yang negatif semuanya dech.</li>
<li><strong>DISTRACTORS</strong><br />
Sahabat dalam kategori ini dalam melihat sesuatu seringkali melihat dari sudut pandang negatif. Hal yang pertama dia lihat / katakan saat Anda menghadapi sesuatu adalah sisi negatif nya. Misal Anda ingin pergi ke suatu tempat baru, dia akan melihat masalah yang ada di tempat baru itu entah itu macet, sepi, transportasi susah dan semua hal negatif lainnya.</li>
<li><strong>DOUBTERS<br />
</strong>Sahabat dalam kategori ini tidak memiliki keyakinan apapun untuk sukses, dan parahnya lagi dia mencoba mempengarui Anda. dulu saya punya teman di kategori ini dia selalu bilang bahwa saya harus jadi sarjana untuk bisa kaya, dia selalu mempengarui bahwa saya ga bisa sukses kalau tidak sarjana. Mungkin dia benar untuk bisa sukses menjadi sarjana bisa membantu kita, tapi tidak berarti kalau bukan / belum sarjana kita tidak bisa sukses. Ini dia kategori teman yang bisa mempengaruhi Anda melakukan hal &#8211; hal buruk. Bisa jadi teman dalam kategori ini yang menjerumuskan Anda dalam hal &#8211; hal negatif, korupsi, suap, narkoba, miras dll</li>
<li><strong>PASSENGERS</strong><br />
Sahabat dalam kategori ini tidak memberikan efek apapun dalam aktifitas kesuksesan Anda. Tidak membuat lebih baik juga tidak membuat Anda lebih buruk. Dia tidak memberikan pengaruh apapun dalam kehidupan Anda.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Semua kategori dalam alat ukur kali ini sudah kita coba bahas, sekarang silahkan review kembali daftar 20 nama Anda, jika masih ada satu orang yang masuk dalam 2 atau lebih kategori silahkan tentukan mana yang lebih dominan SAAT INI.</p>
<p>Setelah mendapatkan satu kategori paling dominan untuk setiap nama kita akan mencoba menghitung berapa nilai network kita saat ini, cara meghitungnya cukup mudah :</p>
<p>1. Kalikan dengan 5, sahabat di kelompok Resource Network<br />
2. Kalikan dengan 3, sahabat di kelompok Support Network<br />
3. Kalikan dengan 2, sahabat di kategori Managers<br />
4. Kalikan dengan 1, sahabat di kategori Teams<br />
5. Kalikan dengan -1, sahabat di kategori Doomsayers<br />
6. Kalikan dengan -2, sahabat di kategori Distractors<br />
7. Kalikan dengan -3, sahabat di kategori Doubsters<br />
8. Kalikan dengan 0, sahabat di kategori Passenggers</p>
<p>Sekarang Jumlah kan nilai network Anda saat ini, berapa nilai Anda? Anda bebas menuliskan nilai Anda saat ini di kolom komentar.</p>
<p>Jika nilai Anda dibawah 50 silahkan review kembali dan ingat kata &#8211; kata Oprah dalam Qoute kita hari ini, segera tambahakan nilai Anda dengan mencari network / teman baru dan jika perlu kurangi bahkan tinggalkan interaksi yang sering dengan teman yang mengurangi nilai Anda.</p>
<p>Sejak pertama kali mengetahui alat ukur kesuksesan ini, saya membiasakan diri mereview tiap akhir bulan dengan siapa saja saya berinteraksi intensif bulan ini, dan kembali mengulang test ini sehingga saya tahu apakah jaringan sahabat saya bertumbuh bulan ini.</p>
<p>Nilai seorang sahabat bisa berubah saat kita melakukan update test pada waktu yang berbeda. Jika Anda melihat atau merasakan ini berguna untuk membat anda meraih sukses Anda boleh melakukan kembali test ini setiap bulan, 3 bulan, 6 bulan atau satu tahun. Dan Anda boleh kembali menuliskan nilai Anda di kolom komentar disini nantinya.</p>
<p>Saat menuliskan ini, saya baru saja mereview nilai network saya tahun 2008 ini. Nilai network saya tahun ini setalah di rata &#8211; rata 68, dan untuk bulan desember 2008 ini 70. Saat pertama kali mengunakan alat ukur ini nilai saya 59.</p>
<p>Selamat berhitung dan segera menjadi sukses.</p>
<p>Salam Gladness. Selamat Tahun Baru 2009.</p>
<p>NB: Qoute In My Desk kali ini saya baca di Jawapos, halaman 7 tanggal 31 Desember 2008.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/12/31/mengukur-sukses-hanya-dengan-melihat-siapa-sahabat-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Cuci Mobil, Panen di Musim Hujan</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/12/22/usaha-cuci-mobil-panen-di-musim-hujan/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/12/22/usaha-cuci-mobil-panen-di-musim-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 04:45:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis strategi]]></category>
		<category><![CDATA[ide bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[strategi usaha]]></category>
		<category><![CDATA[usaha cuci mobil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Mobil kotor setelah guyuran hujan menjadi hal yang setiap hari saya dan mungkin juga Anda alami pada beberapa hari terakhir ini. Ini membuat usaha cuci mobil panen, saat menuliskan kembali ide ini saya sedang dalam antrian mencucikan mobil (sebelumnya saya tulis offline saat mengikuti semiloka menulis) .
Benarkah usaha cuci mobil panen disaat musim hujan? Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-103" title="cuci mobil" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/hujan.jpg" alt="cuci mobil" width="200" height="133" />Mobil kotor setelah guyuran hujan menjadi hal yang setiap hari saya dan mungkin juga Anda alami pada beberapa hari terakhir ini. Ini membuat usaha cuci mobil panen, saat menuliskan kembali ide ini saya sedang dalam antrian mencucikan mobil (sebelumnya saya tulis offline saat mengikuti semiloka menulis) .</p>
<p>Benarkah usaha cuci mobil panen disaat musim hujan? Saya pribadi justru lebih jarang mencucikan mobil di tempat pencucian berbayar saat musim hujan.  Kenapa? karena saya tahu nanti sore pasti akan kembali turun hujan, mobil pasti akan kembali kotor. Karena kebetulan nganggur saya terkadang hanya membilas sendiri mobil, asal tidak terlalu terlihat kotor. Apakah demikian juga dengan Anda ?</p>
<p>Otak kanan saya mulai gatal untuk mencoba mencari bagaimana orang seperti saya tetap akan mencucikan mobil di saat sudah tahu nanti akan kembali turun hujan dan mobil pasti kotor kembali? Dan berikut ini yang ada dibenak saya &#8230;</p>
<p><span id="more-102"></span></p>
<p>Jika seandainya saya pemilik usaha cuci mobil, ini yang akan saya lakukan :</p>
<p>Pertama saya akan memesan spanduk / banner besar dengan tulisan : &#8221;<strong>GRATIS! Kami CUCI kembali mobil Anda, jika besok turun hujan</strong>&#8220;. Ya, saya akan memberikan sebuah garansi bahwa jika setelah pelanggan mencucikan mobil dan satu hari setelah dicuci mobil kembali kotor karena hujan / genangan air. Kami akan kembali mencuci sesuai dengan garansi.</p>
<p>Apakah rugi? Iya jika kita melakukan program itu mentah &#8211; mentah, tapi ini strategi saya yang juga langkah kedua setelah memasang spanduk.</p>
<p>Langkah kedua saya lebih dulu mengeluarkan produk baru edisi spesial di musim hujan. Harga produk ini bisa 125% &#8211; 150% lebih mahal dari harga cuci mobil biasa. Saya lebih senang dengan harga 150% lebih tinggi. Produk cuci mobil inilah yang tadi kita berikan garansi. Produk biasa tetap kita jual sehingga pelanggan tetap bisa memilih mau ambil cuci biasa tanpa garansi atau dengan garansi cuci kembali mobil jika esok hari turun hujan. Sedikit melatih sales force kita untuk menawarkan kelebihan benefit produk garansi akan semakin meningkatkan musim panen usaha cuci mobil saya.</p>
<p>Berikut analisis sederhana dari stategi ini :</p>
<ul>
<li>Mobil yang kembali kotor karena hujan kemungkinan besar yang kembali kotor adalah bodi luar mobil. Karena kemarin habis dicuci bagian dalam tentu tidak membutuhkan pencucian berat bahkan mungkin tidak memerlukan sama sekali. Dengan harga 150% kita tahu 50% tersebut untuk memncuci bagian luar mobil saja. Baik secara efisiensi waktu maupun tenaga tentu butuh efot yang lebih kecil dari mencuci mobil dalam kondisi normal.</li>
<li>Potensi pelanggan mengambil produk garansi ini akan besar karena setiap orang tahu kemungkinan hujan cukup tinggi setiap harinya. Ini menunjukkan potensi klaim dari garansi cukup tinggi, sehingga perbandingannya dari sisi pelanggan dengan mengambil garansi dia akan merasa mencuci kembali mobilnya dengan 1/2 harga. Atau lebih murah 50% pada pencucian kedua. </li>
<li>Frekuensi cuci akan cukup tinggi setidaknya saya sudah membuat dua kali transaksi dibayar dimuka oleh pelanggan yang hari ini mencucikan mobilnya. Jika esok ternyata tidak hujan anggap saja BONUS dari Tuhan hehehe</li>
</ul>
<p>Akhirnya, ramailah tempat cuci mobil yang saya miliki, dan panen di musim hujan untuk usaha cuci mobil benar &#8211; benar menjadi milik saya.</p>
<p>Strategi lain khusus nya dalam men-<em>deliver </em>produk ini tentunya sangat menentukan keberhasilan strategi ini. Dan Anda semua tentu sudah sangat menguasai ini, kalau ada yang mau share meneruskan dengan strategi <em>deliver </em>monggo dibagikan juga. karena blog ini adalah blog diskusi bukan mengajari hehehe</p>
<p>Anda pemilik usaha cuci mobil dan mau menerapkan strategi ini ? Jika kebetulan tempat usaha Anda dalam rute perjalanan saya saya pasti akan mampir dan menjadi pelanggan setia Anda setidaknya di musim hujan ini.</p>
<p>Atau Anda pemilik mobil yang mengalami hal yang sama dengan saya males mo cuci mobil karena akan hujan dan kotor kembali ? Bagaimana jika ada tempat cuci mobil menerapkan strategi kita diatas? Mau jadi pelanggan ?</p>
<p>Salam Gladness</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/12/22/usaha-cuci-mobil-panen-di-musim-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Sukses Entrepreneur : Harus Sakit Hati</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/03/10/kunci-sukses-entrepreneur-harus-sakit-hati/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/03/10/kunci-sukses-entrepreneur-harus-sakit-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 18:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2008/03/10/kunci-sukses-entrepeneur-harus-sakit-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Lho sakit hati kok malah jadi kunci sukses ? hehehe. Tetapi itulah wejangan yang saya terima dari Dahlan Iskhan (CEO JawaPos Group) ketika saya mengikuti seminar  &#8220;Be Successful Before 30&#8243; yang diselenggarakan oleh Ciputra Fundation, 6 Maret 2008 kemarin.
Seminar yang merupakan preview dari  &#8220;Ciputra Entrepreneurship Intensive Training Program&#8221;, sebuah program yang dirancang untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-83" title="Kunci Sukses" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/03/key.jpg" alt="Kunci Sukses" width="200" height="185" />Lho sakit hati kok malah jadi kunci sukses ? hehehe. Tetapi itulah wejangan yang saya terima dari Dahlan Iskhan (CEO JawaPos Group) ketika saya mengikuti seminar  &#8220;Be Successful Before 30&#8243; yang diselenggarakan oleh Ciputra Fundation, 6 Maret 2008 kemarin.</p>
<p>Seminar yang merupakan preview dari  &#8220;Ciputra Entrepreneurship Intensive Training Program&#8221;, sebuah program yang dirancang untuk membentuk entreprenur muda dibawah 30 tahun. Pendidikan selama 4 bulan harus ditempuh oleh setiap 30 peserta training yang disaring secara ketat.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p>Waktu itu saya tertarik untuk mengikuti mengingat toh tidak masalah buat saya selama 4 bulan harus mengikuti kelas 5 hari dalam seminggu dari pagi sampai sore dengan target kehadiran minimal 90%. Semua teman2 yang dateng bareng juga meminta saya agar ikut program ini. Well, kemudian tergeraklah saya untuk membaca info detail program ini.</p>
<p>Baru di kolom pertama FAQ tentang persyaratan program ini saya terperangah karena ada kalimat ini :</p>
<p>&#8220;Syarat Pendidikan adalah S1, dari berbagai program study, usia maksimal 30 tahun pertanggan 6 Maret 2008&#8243;</p>
<p>hahahaha, saya sudah ngga lulus syarat pertama, karena program study &#8216;Sak Karepe Dhewe&#8217; (S.Kd) yang saya miliki belum diakui pemerintah.  Teman2 di sekitar saya sewaktu seminar terus minta saya untuk tetap mencoba daftar aja, toh juga diseleksi tambah mereka. Bahkan ada yang menawarkan buatin ijasah S1 lho &#8230;.</p>
<p>Untuk memuaskan hasrat saya dan teman2 akhirnya di sesi tanya jawab saya tanya ke panitia (kebetulan Pak Dahlan masih di kursi pembicara sedangkan Pak Ciputra sudah meninggalkan tempat). &#8220;Pak saya ini punya gelar S.Kd, gelar ini saya buat sendiri apakah saya boleh mengikuti program ini ? &#8221; tanya saya setelah microfon ada ditangan.</p>
<p>Tentu saja jawabannya sudah dapat dengan mudah ditebak &#8220;TIDAK BISA, program ini ditujukan untuk lulusan S1. Mungkin lain kali akan dibuat program untuk yang tidak S1&#8243; jawaban yang mencoba sedikit menghibur tapi tetap menyakitkan hehehe, karena sekali lagi S1 masih jadi tolok ukur di dunia entrepreneur sekalipun.</p>
<p>Yang mengejutkan buat saya adalah tiba2 Pak Dahlan memotong jawaban panitia dan mengatakan &#8220;Sebentar Mas, saya doakan sampeyan SUKSES, tapi kali ini syaratnya Anda harus benar2 SAKIT HATI dengan program ini karena sudah DITOLAK, jangan kuatir Anda pasti SUKSES BESAR dengan sakit hati kali ini, saya berdoa untuk Anda dalam hal ini&#8221;</p>
<p>Kontan juga saya jawab &#8220;Iya Pak Ga ikut Ga Pathek&#8217;en&#8221; hehehe, Pak Dahlan melanjutkan bahwa jika saya sakit hati saya akan berjuang untuk tetap sukses bahkan akan berusaha lebih keras agar lebih sukses daripada lulusan program training ini.</p>
<p>Haruskah saya sakit hati ? hehehe, mungkin iya mungkin tidak. Iya, karena dalam hati terus bertanya kenapa dalam dunia entrepreneur batasan strata pendidikan masih juga digunakan? Tidak, karena saya sudah sering ditolak dalam berbagai hal gara2 gelar S.Kd saya ga ada ijasahnya hehehehe</p>
<p>Terimakasih Pak Dahlan doa&#8217;nya, saya akan mengingat dan benar tanpa harus mengikuti program inipun saya sudah merasa sebagai orang yang SUKSES dan akan terus belajar banyak dari Bapak (yang pingin belajar dari Pak Dahlan segera miliki buku &#8220;Ganti Hati&#8221; yang ditulis sendiri oleh beliau)</p>
<p>Jika Anda juga ditolak, kata2 Pak Dahlan untuk saya silahkan diingat, bahwa kita bisa jauh lebih sukses dari siapapun yang menolak kita, tentunya dengan motivasi sakit hati dalam arti positif yaitu untuk berusaha jauh lebih keras dan cerdas dengan langkah dan tindakan yang positif. Saya akan dengan senang hati membagikan doa yang diberikan Pak Dahlan untuk Anda &#8230;. Salam SUKSES</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/03/10/kunci-sukses-entrepreneur-harus-sakit-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Akuntansi Sederhana untuk Bisnis</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/01/13/sistem-akuntansi-sederhana-untuk-bisnis/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/01/13/sistem-akuntansi-sederhana-untuk-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 22:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2008/01/13/sistem-akuntansi-sederhana-untuk-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pebisnis tanpa latar belakang Ilmu Ekonomi akan meng-kerutkan kening ketika berhadapan dengan istilah Sistem Akuntansi. Tadi malam dalam sharing bisnis dengan Reza dan Pak Samurai saya sempat menyinggung hal yang berhubungan dengan Sistem Akuntansi  untuk sebuah bisnis, khususnya bisnis kecil ber-visi besar. Seusai saya sharing dan kemudian Pak Samurai langsung request untuk bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-65" title="sempoa" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/01/sempoa.gif" alt="sempoa" width="200" height="150" />Seorang pebisnis tanpa latar belakang Ilmu Ekonomi akan meng-kerutkan kening ketika berhadapan dengan istilah <a title="Sistem Akuntansi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi" target="_blank">Sistem Akuntansi</a>. Tadi malam dalam sharing bisnis dengan <a href="http://resaadilaksana.com" target="_blank">Reza</a> dan <a href="http://samuraijagoan.com" target="_blank">Pak Samurai</a> saya sempat menyinggung hal yang berhubungan dengan Sistem Akuntansi <span> </span>untuk sebuah bisnis, khususnya bisnis kecil ber-visi besar. Seusai saya sharing dan kemudian Pak Samurai langsung request untuk bisa ditulis di blog ini. Semoga saya bisa mendeskripsikan melalui tulisan seperti halnya mendeskripsikan ketika sharing tatap muka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sistem akuntansi sederhana yang ingin saya share kali ini sangat simple (simple = tidak mudah tapi juga bukan hal sulit). Sistem akuntansi ini saya dapatkan ketika masih SMP dari seorang pemilik toko kelontong ‘Toko Ayun’, pemiliknya merupakan orang China. Dengan sistem ini beliau telah berhasil menjadikan toko kelontong yang dulu kecil sekarang sudah sangat besar, serta banyak aset properti. Sistem akuntansi simple ini hanya membutuhkan ketelatenan yang hingga hari ini saya sendiri terus belajar untuk menerapkannya. Hanya ada 2 hal yang harus diketahui dan dilakukan untuk bisa menggunakan Sistem akuntansi ini : Mengetahui <strong>Jumlah Profit</strong>, dan <strong>Kedisiplinan</strong>. Tertarik untuk menggunakan dalam bisnis Anda? That is really SIMPLE things …. Begini ceritanya …. hehehe <span id="more-23"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ayah saya memiliki toko kelontong kecil di dusun yang kalau ‘kulakan’ barang dagangan mengambil dari toko Ayun, waktu itu saya heran sebagai anak SMP yang pinter matematika (<em>red : narsis</em>), Ko Ayun (sebut saja namanya begitu) nulis angka penjualannya aneh ya? Kok nggak sama dengan yang ditulis ayah saya. Ketika ayah saya membeli gula senilai Rp. 100.000 , di kertas Ko Ayun cuma ditulis Rp 5.000, trus ketika beli barang lain senilai Rp 20.000, di kertas cuma ditulis Rp 2000 begitu seterusnya pada item lain. Kertas catatan ini bukan merupakan nota penjualan tetapi catatan tersendiri buat dia. Akhirnya saya minta ayah untuk tanya karena saya nggak berani tanya sendiri waktu itu. Setelah belanja usai dan barang sudah di cross check, ayah saya bertanya : &#8220;Ko kok nulisnya gitu, yang ditulis itu apanya?&#8221;. Hmm, Ko’ Ayun terdiam sejenak, sambil melihat wajah kami berdua ‘mlongo’ dan besar rasa ingin tahunya, akhirnya pertanyaan itu dijawab dengan detail. Jawaban inilah yang saya sebut Sistem Akuntansi Simple, dan terus saya coba terapkan dalam bisnis walaupun terkadang saya masih ngga disiplin dan nakal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Angka yang ditulis oleh Ko Ayun tadi merupakan keuntungan yang dia dapatkan dari setiap penjualan, artinya dari Rp 100.000 dia untung Rp 5000 waktu itu. Saat menutup toko malam hari dia menjumlahkan angka2 yang ditulisnya. Katakan dia dapat Rp 50.000 hari itu maka pada malam itu dia hanya mengambil Rp 50.000 dari laci uang untuk dibawa pulang. Dia menjelaskan begini, dari keuntungan hari itu, 20% untuk makan keluarga dan kebutuhan sehari &#8211; hari, 20% ditabung khusus untuk peningkatan modal atau kebutuhan mendadak, <span> </span>50% ditabung untuk investasi (properti), dan 10% untuk persembahan gereja. Dia bilang kenapa harus ditulis tiap transaksi ngga rekap akhir bulan atau mungkin mingguan, karena <strong>dia bukan orang yang pinter</strong> jadi nanti pasti bingung dan rancu mana modal usaha mana keuntungan. Menulis setiap kali transaksi adalah pilhan terbaik, karena dia tahu benar berapa keuntungan toko hari itu, dan berapa yang bisa dibelanjakan untuk makan esok pagi. Dia juga menjelaskan bahwa kalau keuntungan nggak cukup untuk beli ikan maka sekeluarga akan makan dengan tempe saja, atau mungkin kecap saja sehari besok. Sebaliknya jika keuntungan hari ini banyak maka besok akan makan enak sampai 20% keuntungan itu. “Hidup harus bisa prihatin tapi juga harus bisa menikmati pada waktu yang tepat” imbuhnya. “<strong>Jadi modal saya ya tetep modal Pak, ga boleh kemakan</strong> karena toko harus tetep buka dan modal ditambah setiap kali dibutuhkan karena harga barang2 pasti naik karena inflasi” dia melanjutkan. Kok bisa ya? dalam benak saya langsung terlintas pikiran pola pikir Ko Ayun luar biasa , ini sama sekali nggak ada dalam toko kelontong ayah saya, dimana omzet adalah income.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dengan pola pikir dasar yang berbeda dengan orang China, saat itu Ayah saya mencoba ikut2 an tapi hanya bertahan beberapa minggu, dan akhirnya kembali ke pola lama mengganggap omzet adalah income sehingga lama – kelamaan modal dasar terkikis ikut termakan. ‘Toko Danara’ singkatan dari nama saya dan 2 adik perempuan saya Nana dan Rara, akhirnya harus tutup selang beberapa tahun kemudian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sistem akuntansi sederhana bukan hanya tetep membawa toko Ayun buka sampai hari ini tapi juga menjadi salah satu toko terbesar di kampung halaman saya. Dengan kalkulasi sederhana bahwa pengembangan keuntungan untuk kenaikan modal toko disisihkan 20% waktu itu, saat ini telah menjadi sebesar toko-nya sekarang. Maka tentunya properti yang dulu porsinya 50% dari keuntungan, juga pasti telah berkembang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Mungkin kita sering berdalih bahwa teori Ko Ayun hanya bisa untuk bisnis retail saja, mungkin ini juga yang dipikirkan Anda, atau beberapa alasan lain seperti : itu khan untuk bisnis simple?, susah / nggak bisa untuk diterapkan di bisnis saya? Atau alasan klasik yaitu &#8220;suku bangsa&#8221; : wajar dia orang China yang sejak turun temurun sudah diajarkan demikian, sementara saya orang pribumi yang ga ada darah dagang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Alasan2 diatas juga terkadang menggangu saya. Tetapi, ketika saya mencoba berpikir terbalik, bukan dengan melihat bisa atau tidak sistem akuntansi ini digunakan dalam bisnis saya, tetapi justru melihat bagaimana bisnis saya bisa diesuaikan dengan sistem yang sudah terbukti ampuh ini. Bukan sistem yang menyesuaikan bisnis, tetapi bagaimana bisnis bisa diringkas sederhana dengan teori akuntansi ini. Sedangkan alasan &#8220;suku bangsa&#8221;, memang benar bisa jadi Ko Ayun secara turun &#8211; temurun telah diajarkan hal ini, sementara ayah saja mencoba meniru dan gagal, lalu apa saya harus menyerah dengan kegagalan ayah saya? Justru jika saya beralasan yang sama maka nanti anak saya pun akan sama beralasan juga, jadi apa salahnya memulainya dari bisnis saya saat ini sampai suatu saat nanti orang &#8211; orang bilang, keturunan saya sudah turun  temurun dilatih tentang hal ini, seperti halnya saat itu saya bilang bahwa Ko Ayun sudah terun &#8211; temurun menggunakan cara ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sistem Akuntansi sederhana ini hanya bisa berjalan dalam kedisiplinan, tanpa disipin alokasi sistem ini sama sekali tidak akan bekerja. Saya sendiri hingga saat ini terus berusaha untuk memiliki pola pikir Ko Ayun tentang sistem akuntansi ini sehingga tingkat kenakalan saya setidaknya akan berkurang secara bertahap dan semakin hari semakin bertambah kedisiplinan saya…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Sistem ini secara fungsi dasar merupakan alat  pemisah antara bisnis dan pemilik, dengan sistem akuntansi sederhana ini pemilik bisnis akan mengetahui berapa gaji yang diberikan oleh bisnisnya hari ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Selamat mencoba dalam bisnis ….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/01/13/sistem-akuntansi-sederhana-untuk-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perpecahan Bisnis, Positif or Negatif ?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 15:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/</guid>
		<description><![CDATA[Teman terdekat saya bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan Diagonistic  Center  ternama di Surabaya. Beberapa tahun yang lalu perusahaan tempat dia bekerja terpecah menjadi dua. Sebelum perpecahan bisnis tersebut terjadi bisa dikatakan tempatnya bekerja merupakan salah satu Diagonistic Center terbesar di Surabaya.
Seringkali kami berdua berdiskusi tentang strategi marketing, mencoba mencari terobosan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><img class="alignleft size-full wp-image-68" title="perpecahan" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/01/broken.gif" alt="perpecahan" width="200" height="132" />Teman terdekat saya bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan Diagonistic  Center <span> </span>ternama di Surabaya. Beberapa tahun yang lalu perusahaan tempat dia bekerja terpecah menjadi dua. Sebelum perpecahan bisnis tersebut terjadi bisa dikatakan tempatnya bekerja merupakan salah satu Diagonistic Center terbesar di Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Seringkali kami berdua berdiskusi tentang strategi marketing, mencoba mencari terobosan dan pola – pola baru penjualan baik untuk perusahaan tempat dia bekerja maupun untuk perusahaan saya. Saat diskusi kemarin, kami berdiskusi tentang perpecahan yang terjadi di tempat dia bekerja. Kali ini bukan tentang penyebab perpecahan tersebut tetapi lebih pada efek dari perpecahan tersebut. Kami mencoba ngobrol tentang efek buat sebuah bisnis hasil perpecahan yang minimal terpecah menjadi dua, dan keduanya masih bergerak dalam bidang yang sama, dengan mengabil sample contoh perusahaan dimana dia bekerja. Benarkah hanya ada efek negatif saja? <span id="more-22"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Diskusi ini dimulai karena saat teman saya menawarkan jasa perusahaannya ke salah satu bank ternama di jawa timur yang sebelumnya merupakan klien saat perusahaan tempat dia bekerja belum pecah, dan kebetulan diterima oleh salah satu direksi. Direktur bank tersebut menyayangkan perpecahan tersebut, karena seharusnya jika tetap bersama pasti <span> </span>pelanggan tidak harus sibuk memilih diantara keduanya, karena kedua pemilik yang saat ini berpisah sama2 merupakan teman si direktur. Beliau juga menyayangkan karena persaingan kedua perusahaan ini juga justru salaing menganggap saingan satu sama lain. Teman saya pernah bilang mindset yang terbentuk di kalangan teman2 marketingnya ketika tender terjadi adalah “kita boleh tidak memenangkan tender pada sebuah perusahaan asal pemenang tendernya bukan mantan saudara satu perusahaan” Hmm… benar – benar sebuah persaingan yang mantab hehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lalu kenapa saya menulis judul kali ini justru dengan kalimat tanya Positif atau Negatif? Karena memang ada hal positif yang ternyata muncul ketika saya mencoba iseng bertanya “gmn pendapatan perusahaan setelah perpecahan?” ternyata dalam laporan 2007 kemarin pendapatan perusahaan justru meningkat, dan ternyata peningkatan itu terjadi pada kedua perusahaan hasil perpecahan. Aneh? Buat saya iya, saya mencoba membuat kalkusasi sederhana sbb : Perusahan A dalam tahun 2005 mencatat penjualan Rp 1000,-, tahun 2006 terjadi perpecahan sehingga perusahaan A menjadi dua, perusahan B dan perusahaan C, tahun 2007 kedua perusahaan mencatat kenaikan penjualan dibanding 2005, katakan sama2 meningkat 20%, maka perusahan B melakukan penjualan sebesar Rp 1200,- sedangkan perusahaan C juga Rp 1200,- ini berarti jika dijumlahkan menjadi Rp 2400,- atau kenaikan sebesar 140% dari tahun 2005.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Selidik punya selidik, setelah perpecahan terjadi kedua perusahaan sama – sama merasa tidak lagi diatas sehingga strategi marketing, motivasi perbaikan pelayanan dan penjualan bagi karyawan maupun pemilik bergairah lagi. Keduanya sama – sama lebih giat untuk melakukan promosi mencari peluang tender dan pengembangan pasar. Dari sinilah akhirnya kenaikan 140% (dalam ilustrasi saya) bisa dicapai. Sebuah perbaikan dan kenaikan pendapatan yang mungkin tidak bisa didapat ketika perpecahan tidak terjadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Seperti halnya dalam keluarga jika orang tua bercerai, ada dua kemungkinan : anak – anak menjadi hancur masa depannya karena menyesali perceraian kedua orangtuanya, atau menghasilkan anak – anak yang lebih tangguh secara mental. Demikian juga perpecahan partnership dalam bisnis, dari hal yang negatif juga mampu menumbuhkan hal &#8211; hal positif. Sekalipun mungkin tetap akan lebih banyak sisi negatifnya, tetapi dengan sikap positif hal ini bisa menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi bisnis. Kondisi terbaik yang saya dan mungkin sebagian besar dari kita harapkan adalah bisnis / partnership bisnis tetap utuh tetapi mampu memiliki semangat seperti halnya seorang anak yang lebih tangguh karena perceraian kedua orang tua atau memiliki motivasi seperti halnya sebuah bisnis yang baru saja terpecah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Perpecahan tentunya bukanlah hal yang diinginkan oleh setiap orang maupun bisnis, namun jika perpecahan yang notabene adalah hal negatif terlanjur terjadi, adalah sebuah kewajiban untuk belajar dari mereka yang telah berhasil membuat perpecahan menjadi sesuatu yang lebih positif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Isn&#8217;t &#8230; that interesting ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Memiliki Struktur Organisasi ?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/01/02/perlukah-memiliki-struktur-organisasi/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/01/02/perlukah-memiliki-struktur-organisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 06:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2008/01/02/perlukah-memiliki-struktur-organisasi/</guid>
		<description><![CDATA[Struktur Organisasi selalu ditemui dalam sebuah perusahaan atau organisasi dalam berbagai skala bahkan menjadi sesuatu yang harus dimiliki. Nah bagaimana dengan bisnis kita? Sudahkah kita memiliki Struktur Organisasi? Perlukah Struktur Organisasi dimiliki oleh bisnis yang saat ini masih dalam skala kecil/menengah?
Dulu saya menganggap struktur organisasi hanya perlu dimiliki oleh perusahaan atau organisasi besar, mungkin hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><img class="alignleft" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/01/jabatan.jpg" alt="Struktur Organisasi" width="200" height="265" />Struktur Organisasi selalu ditemui dalam sebuah perusahaan atau organisasi dalam berbagai skala bahkan menjadi sesuatu yang harus dimiliki. Nah bagaimana dengan bisnis kita? Sudahkah kita memiliki Struktur Organisasi? Perlukah Struktur Organisasi dimiliki oleh bisnis yang saat ini masih dalam skala kecil/menengah?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Dulu saya menganggap struktur organisasi hanya perlu dimiliki oleh perusahaan atau organisasi besar, mungkin hal ini juga menjadi pemikiran kebanyakan para pengusaha pemula yang masih dalam proses merintis bisnis dimana seolah Stuktur Organisasi belum diperlukan saat ini. Pendapat saya itu akhirnya harus dikesampingkan setelah saya menjadi member ActionCoach, dalam suatu sesi coaching yang saya ikuti akhirnya saya bisa menemukan apa fungsi struktur organisasi dan bagaimana struktur organisasi yang terlihat sederhana, tidak terpakai atau sering kali dikesampingkan itu ternyata sangat bermanfaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Tiga fungsi dari Struktur Organisasi untuk sebuah bisnis pemula atau skala kecil menengah yang saya temukan pada saat sesi coaching saat itu adalah :<span id="more-18"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pertama, <strong>menciptakan LOA kesuksesan untuk bisnis kita</strong>, dengan memiliki Struktur Organisasi kita telah berimajinasi seperti apa bisnis kita dimasa mendatang. Divisi – divisi dan posisi – posisi apa saja yang nanti akan ada bisa tergambar dengan jelas saat ini. Bahkan beberap orang beranggapan bahwa seberapa besar bisnis kita nantinya bisa dibaca saat ini melalui Struktur Organisasi yang dimiliki sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Kedua, <strong>memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia</strong>, dengan Struktur Organisasi kita mampu melihat pos – pos mana saja yang nantinya membutuhkan SDM, Struktur Organisasi juga bisa menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk mendapatkan SDM yang <em>capable</em> pada posisi2 yang saat ini masih kosong atau rangkap jabatan. Bagi karyawan Struktur Organisasi ini juga akan menjadi motivasi tersendiri untuk naik jabatan pada posisi diatasnya, tanpa Struktur Organisasi karyawan tidak/ belum mengetahui apakah ada jabatan diatas posisinya saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ketiga, <strong>fungsi delegasi</strong>, dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih ada setidaknya akan diketahui pada posisi mana kita sedang bekerja. Hal ini akan sangat terasa ketika kita telah memiliki karyawan, kadangkala kita melimpahkan pekerjaan pada karyawan tetapi hal itu tidak sesuai dengan lingkup pekerjaannya, sehingga hasil pekerjaan tersebut menjadi tidak maksimal, jika sejak awal kita telah menempatkan karyawan tadi pada suatu posisi tertentu dalam Struktur Organisasi maka kita bisa melihat apakah pekerjaan yang didelegasikan sudah sesuai dengan posisi dan lingkup pekerjaan karyawan tersebut. Dari Struktur Organisasi ini pula kita akan mengetahui posisi – posisi mana saja yang sudah waktunya untuk di delegasikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&#8212;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Bagaimana kita bisa memiliki Struktur Organisasi jika bisnis kita saat ini SDM nya hanya terdiri dari beberapa orang saja atau bahkan mungkin masih <em>single fighter? </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Seperti fungsi pertama dalam tulisan ini Struktur Organisasi bukan bergantung pada kondisi saat ini tetapi pada kondisi masa depan, jadi dalam membuat Struktur Organisasi kita jangan melihat kondisi saat ini, sebaliknya kondisi saat ini yang harus mengikuti Struktur Organisasi yang akan dibuat. Rangkap jabatan tidak menjadi masalah (pada awal membuat Struktur Organisasi PT BeON Intermedia pada Agustus 2006 dari 17 kolom nama mulai dari direksi hingga level manager hanya ada nama saya dan satu rekan, saat tulisan ini dibuat telah ada 7 nama). Jadi kesampingkan semua kondisi SDM saat ini, deskripsikan seperti apa perusahaan kita nantinya, dan setelah terbentuk baru tempatkan SDM yang saat ini ada kedalam Struktur Organisasi yang telah dibuat, tidak menjadi masalah bahwa beberapa posisi hanya diisi dengan satu nama yang sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Untuk pebisnis pemula / skala kecil, Struktur Organisasi merupakan sesuatu yang <em>Not Urgent But Important</em>, tidak ada salahnya kita sebagai pebisnis membuat / memiliki Struktur Organisasi untuk bisnis atau usaha yang kita miliki sebelum Struktur Organisasi menjadi hal yang <em>Urgent And Important</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Selamat tahun baru 2008. Sukses untuk Anda dan Bisnis Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/01/02/perlukah-memiliki-struktur-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Catatan di Buku Tahunan Kita ?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 17:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Asafa Powell membuktikan diri sebagai sprinter tercepat di dunia. Lewat rekor dunia lari 100 meter dengan waktu 9,74 detik, demikian tertulis di paragraf awal liputan olahraga JawaPos 29/12/2007. Catatan rekor ini memecahkan catatan rekor yang juga atas namanya sendiri.
Pada bagian akhir ditulis di liputan tersebut ditulis bahwa Powell selalu menuliskan cita-cita memecahkan rekor dunia dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><img class="alignleft size-full wp-image-70" title="Set Your GOAL" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2007/12/goal.jpg" alt="Set Your GOAL" width="200" height="133" />Asafa Powell membuktikan diri sebagai sprinter tercepat di dunia. Lewat rekor dunia lari 100 meter dengan waktu 9,74 detik, demikian tertulis di paragraf awal liputan olahraga <a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=319151" target="_blank">JawaPos</a><span> </span>29/12/2007. Catatan rekor ini memecahkan catatan rekor yang juga atas namanya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pada bagian akhir ditulis di liputan tersebut ditulis bahwa <strong>Powell selalu menuliskan cita-cita memecahkan rekor dunia dalam buku catatan tahunan sekolahnya</strong>. Powell berhasil dengan LOA (<em>Law of Attraction</em>) yang ditulisnya di buku catatan tahunan sekolahnya. Sebagai atlet lari dia telah meraih puncak prestasi tingkat dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Bagaimana dengan kita sebagai Pengusaha? Sudahkan kita menuliskan cita – cita kita?</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Saya pribadi selalu menuliskan bahwa saya ingin memiliki rumah dimana nama jalannya adalah nama saya, dan rumah itu saya ‘tempati’ bersama keluarga (secara tidak langsung saya masih hidup ketika ini terjadi) dan juga berada di jalan protokol / minimal jalan kelas 2 di kota besar, catatan ini ada semenjak saya mengenal game cashflow 101 dimana keju (<em>cheese</em>) selalu saya tempatkan pada kotak impian ini (saya ganti sendiri kata – kata di kotak impian cashflow hehehe). Impian dalam games yang dimainkan baru akan dicapai setelah lolos dari ‘<em>rat race</em>’. Jadi saya tahu bahwa ketika ini tercapai suatu saat nanti saya juga telah berada pada fasttrack (jalur orang kaya) seperti halnya dalam game.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Jangan ragu untuk menuliskan catatan tahunan Anda, selain dalam catatan pribadi / blog Anda jangan sungkan untuk menuliskan di comment catatan ini, dan biarkan semua orang tahu dimana kita meletakkan <em>cheese </em>seperti halnya dalam permainan <em>cashflow101</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Jika belum punya impian, tanpa bermaksud menggurui, satu quote “Jika memimpikan saja kita belum bisa, bagaimana kita melakukan di dunia nyata” mungkin bisa jadi pertimbangan Anda untuk segera memiliki impian. Temukan impian Anda dan silahkan (jika belum punya catatan pribadi) tuliskan Nama dan Impian Anda pada kolom comment di bawah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Experience Makan Soto Ayam</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 02:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/</guid>
		<description><![CDATA[Warung Soto Ayam hampir ada dari pelosok desa sampai di tengah kota. Franchise soto juga telah banyak bermunculan. Seperti halnya bisnis makanan lain, RASA selalu menjadi andalan utama bagi pembeli untuk memilih di warung mana akan makan soto. Karena rasa yang utama, penjual soto pun selalu menjawab pertanyaan apa kelebihan soto di warungnya jika dibandingkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Warung Soto Ayam hampir ada dari pelosok desa sampai di tengah <st1:city><st1:place>kota</st1:place></st1:city>. Franchise soto juga telah banyak bermunculan. Seperti halnya bisnis makanan lain, RASA selalu menjadi andalan utama bagi pembeli untuk memilih di warung mana akan makan soto. Karena rasa yang utama, penjual soto pun selalu menjawab pertanyaan apa kelebihan soto di warungnya jika dibandingkan dengan warung lain dengan berbagai jawaban yang selalu terkait dengan rasa, misalnya : rasa soto ayam disini lebih khas lamongan, koya di warung saya jauh lebih enak, kuahnya lebih sedap, dan jawaban serupa lainnya …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p></o:p>Kali ini saya iseng dan berandai – andai punya warung soto ayam, dan ketika ditanya oleh orang apa kelebihan makan soto ayam di warung saya? Saya akan jawab : “Sebuah Pengalaman Makan Soto Ayam.” Saya tidak akan menambahkan embel – embel tentang rasa karena saya sudah yakin soto ayam buatan ibu saya sangat enak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Makan soto aja kok sebuah pengalaman &#8230; Hehehe namanya juga iseng …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Soto Ayam merupakan salah satu masakan favorit saya, dari kecil masakan ini memang familier dengan lidah saya, Ibu yang jagoan dalam hal masak – memasak selalu menyuguhkan menu soto ayam pada setiap acara keluarga atau kebaktian / pengajian. Alasannya cukup simple soto paling ‘IRIT’, satu ekor ayam bisa buat menjamu 30 orang tamu, asal rasanya enak ditambah mie bihun dan kentang sudah terlihat banyak lauknya…<span>  </span>Karena irit berarti jual soto ayam pasti untungnya gedhe hehehehe …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Mari kita mulai pengalaman makan soto ayam buatan ibu saya hehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-14"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Kali ini bayangkan saja warung saya sudah berdiri, buka, dan ramai … Anda datang ke warung saya, karena masih pertama kali datang Anda sedikit bingung ketika para pelanggan warung soto saya, memesan dengan bilang : 24, 26, 30, 32 meja 8. Nah sementara Anda melihat meja 8 hanya berkapasitas 4 orang saja dan disana memang sedang duduk 4 orang menunggu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ngga mungkin khan pesan 24 dan 26 porsi ? Disinilah experience makan soto Anda dimulai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Di warung soto saya ini, angka hitungan 24, 26, 30, 32 tadi adalah jumlah suapan yang dilakukan oleh masing2 pembeli , yang tentunya berbeda. Karena di meja 8 tadi adalah pelanggan yang sudah pernah ke warung soto saya maka mereka sudah tahu dalam berapa suapan soto mereka akan habis. <st1:city><st1:place>Ada</st1:place></st1:city> yang 24 suapan, 26 suapan dan seterusnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lalu kenapa mereka mesti pesan dengan cara itu? Kenapa mereka perduli dengan jumlah suapan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Exeperice kedua berlanjut : Warung soto ayam saya memberikan garansi irisan ayam akan ada dalam setiap suapan pembeli. Artinya jika dia makan soto itu habis dalam 20 suapan maka kami akan berikan 20 irisan ayam, sehingga setiap suapan selalu diikuti dengan seiris daging ayam. Percaya ngga percaya setelah tahu hal ini orang yang semula tidak menghitung berapa suapan dia menghabiskan semangkok soto, akan jadi berhitung.<span>  </span>Nah Anda khan <span> </span>pelanggan baru bagaimana karena belum tahu jumlah suapan? Tentunya kita punya standar jumlah suapan sambil memberitahukan pada pembeli “Silahkan bapak / ibu menikmati setiap suapan dengan seiris daging, jika nanti irisan daging sudah habis tapi bapak / ibu masih ada suapan berikutnya, kami akan tambahkan irisan daging nya“</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Hmm …. Setelah terdiam melihat aktifitas tadi akhirnya Anda memesan soto di warung saya, Tanpa saya perintahkan : 80% kemungkinan Anda menghitung berapa jumlah suapan yang Anda lakukan sembari menikmati rasa enak soto ayam khas masakan ibu saya …. Hehehe experience ketiga sudah Anda lewati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Setelah makan, bayar dan pulang, 50% kemungkinan Anda menceritakan pada teman kantor atau keluarga tentang 3 pengalaman Anda pertama kali ke warung soto saya ….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Masih ada satu experience lagi tersisa, kali ini Anda datang kembali ke warung soto saya dengan beberapa orang teman / keluarga … Ketika mereka bingung seperti Anda pertama datang tadi, Anda dengan bangga bilang 22 seolah ingin menunjukkan pada teman2 yang diajak, bahwa Anda telah tahu jumlah suapan Anda hehehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Begitu seterusnya berlanjut teman bawa teman…. Rame deh warung soto ayam saya hehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&#8212;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ide ini muncul saat saya makan soto ayam dan ada anak kecil disebelah saya makan oreo dengan dicelupkan ke minumanya (milo), di warung ini irisan ayam di mangkok saya besar2 tapi dagingnya habis dulu sebelum nasinya habis, hmm… jika oreo bisa menciptakan experience makan biskuit, kenapa tidak dengan soto ayam hehehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Isn’t … that interesting ….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hebatnya Si Kecil Penjual Koran</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2007/12/20/hebatnya-si-kecil-penjual-koran/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2007/12/20/hebatnya-si-kecil-penjual-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 09:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2007/12/20/hebatnya-si-kecil-penjual-koran/</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa hal unik yang saya temukan dari seorang bocah yang dalam perkiraan saya berusia sekitar 6 th, karena itu saya sebut dia si Kecil. Sehari &#8211; hari si Kecil ini menjajakan koran di perempatan Samsat Jl Kertajaya &#8211; Surabaya. Dalam pandangan saya dia telah memiliki beberapa hal marketing dasar yang sangat bagus untuk ukuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-74" title="koran kompas" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2007/12/kompas.jpg" alt="koran kompas" width="150" height="85" />Ada beberapa hal unik yang saya temukan dari seorang bocah yang dalam perkiraan saya berusia sekitar 6 th, karena itu saya sebut dia si Kecil. Sehari &#8211; hari si Kecil ini menjajakan koran di perempatan Samsat Jl Kertajaya &#8211; Surabaya. Dalam pandangan saya dia telah memiliki beberapa hal marketing dasar yang sangat bagus untuk ukuran seusianya dengan produk yang dijualnya : <strong>koran</strong></p>
<p>Begini Ceritanya &#8230;. (hehehehe)</p>
<p><span id="more-13"></span></p>
<p>Kemarin siang seperti biasa saya berangkat ke kantor melintasi perempatan Samsat &#8211; Jl Kertajaya Surabaya, dan kadangkala di perempatan ini saya membeli koran Kompas dengan harga Rp 1000,- pada penjaja koran yang ada &#8230; Satu hal yang berbeda adalah saya terhenyak dengan seorang anak yang berjualan koran tsb.</p>
<p>Saya tidak menyangka si Kecil hafal dengan saya, mobil saya dan juga motor saya, biasanya saya selalu menyipakan uang Rp 1000,- di saku atas kemeja, tapi rupanya kemarin saya tidak punya uang ribuan, jadi saya sodorkan uang Rp 5000,- ketika membayar.</p>
<p>Nah keunikan nya dalam pandangan saya ada pada jawaban si Kecil saat saya sodorkan uang. Dia bilang begini &#8220;<em>Ga ada kembaliannya Om&#8217; bawa saja uangnya, besok aja bayarnya, tapi besok (hari ini 20/12/2007) kompas libur Om&#8217; trus saya pulang kampung lebaran, jadi bayarnya pas lewat lagi saja ya Om</em>&#8220;. Wow&#8230; saya terdiam sesaat bingung juga, saya tahu koran itu dia ambil dari agen Rp 800,- berarti dia untung Rp 200,- pada setiap ekslempar koran yang terjual. Saya kemudian bertanya jika &#8220;Loh kamu kok bisa mau kasih saya hutangan, kalau saya ga bayar gmn?&#8221; si kecil menjawab &#8220;<em>Om yang biasa pakai mobil merah itu khan ? yang pintu kiri nya beset (tergores)</em>&#8221; kemarin saya naik motor dan hmm kembali saya terdiam sesaat.</p>
<p>Keunikan kedua dari anak ini ketika saya bilang &#8220;OK, karena saya ngga mau hutang sama kamu, kamu bawa uangnya aja nanti kalau kamu lihat saya lagi boleh kamu kembalikan sisannya&#8221;, dia jawab begini &#8220;<em>Tuker sama koran besok2 ya Om jadi kalau saya lihat mobil Om langsung saya kasih aja, gmn Om setuju ngga?&#8221; </em></p>
<p>Saya terdiam sejenak karena penawaran hebat ini dan akhirnya terlontar kalimat &#8220;Ya sudah bagi aja kembaliannya dengan 3 temenmu itu&#8221; sambil berlalu karena lampu sudah hijau. Dengan sedikit berteriak karena saya sudah jalan si kecil bilang &#8220;<em>Terimakasih Om, Om namanya siapa?</em>&#8220;. Saya belum sempat menjawab kemarin tapi akan saya jawab ketika bertemu dengan si kecil ini lagi.</p>
<p>Apa yang saya pelajari dari si kecil ini adalah :</p>
<ol>
<li>Si Kecil mengenal siapa orang yang biasa membeli koran di perempatan tempat dia berjualan, ini terlihat dia juga memperhatikan goresan di pintu mobil saya, jadi bukan sekedar wajah tapi juga apa yang ada di sekitar saya</li>
<li>Si Kecil menawarkan sesuatu yang sungguh diluar dugaan (surprise), ketika dia tidak punya kembalian bukan menolak pembeli tetapi menawarkan opsi yang akan tetep mempertahankan pembeli membeli produk yang dia jual. Dengan mengenal pembeli dia tahu bahwa saya pasti akan melewati jalan itu lagi, sehingga dia bisa menawarkan opsi ini.</li>
<li>Si Kecil tahu dia bisa merubah uang kembalian menjadi transaksi berikutnya dengan menawarkan saya bayar didepan untuk koran2 dia keesokan harinya, dia tidak meminta uang kembalian itu menjadi miliknya tetapi merubah kembalian menjadi transaksi esok hari (ini yang membuat saya justru ikhlas memberikan kembalian itu padanya)</li>
</ol>
<p>Hmm, dia baru berusia sekitar 6 tahun, seandainya ada yang memupuk kemampuan marketingnya pasti si kecil ini bisa menjadi seorang marketer yang hebat untuk sebuah bisnis &#8230;</p>
<p>Isn&#8217;t &#8230; that interesting &#8230; ?<br />
<br style="clear:left;" /><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-16" title="SiKecil" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2007/12/sikecil.gif" alt="SiKecil" width="125" height="167" />NB : Esok saat saya bisa mengambil foto si kecil ini akan saya upload di tulisan ini. Dialog dengan si kecil saya lakukan dalam bahasa jawa dalam tulisan ini saya rubah menjadi bahasa indonesia tanpa mengurangi maknanya &#8230;.</p>
<p>Hari ini (29/12/2007) saya ketemu lagi dengan si Kecil dan saya jepret dech gambarnya :d</p>
<p>&#8230;</p>
<p><a href="http://www.lintasberita.com/submit.php?phase=2&amp;url=http://dantonprabawanto.com/2007/12/20/hebatnya-si-kecil-penjual-koran/"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2007/12/20/hebatnya-si-kecil-penjual-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
