<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Danton Prabawanto, S.Kd &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://dantonprabawanto.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dantonprabawanto.com</link>
	<description>Small Things to be The Blessing Company</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2009 02:41:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kalau Saya Punya Eee PC</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/01/18/kalau-saya-punya-eee-pc/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/01/18/kalau-saya-punya-eee-pc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 16:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2008/01/18/kalau-saya-punya-eee-pc/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang akan saya lakukan jika saya mendapatkan hadiah Eee PC dari Eee PC Blog Competition dan Launching Eee PC ?
Tentunya saya akan menggunakan Eee PC yang saya menangkan dalam setiap seminar yang saya bawakan ataupun saya ikuti. Bukan itu saja dalam setiap acara yang berbau bisnis atau entrepeneurship saya akan dengan bangga menenteng Eee [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Eee PC" href="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/01/eeepc.jpg"><img class="alignleft" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/01/eeepc.jpg" alt="Eee PC" width="200" height="172" /></a>Apa yang akan saya lakukan jika saya mendapatkan hadiah Eee PC dari Eee PC Blog Competition dan Launching Eee PC ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Tentunya saya akan menggunakan Eee PC yang saya menangkan dalam setiap seminar yang saya bawakan ataupun saya ikuti. Bukan itu saja dalam setiap acara yang berbau bisnis atau entrepeneurship saya akan dengan bangga menenteng Eee PC, toh ukurannya yang kecil dan tidak berat tentunya tidak membebani bawaan saya yang lain, disamping kerampingannya Eee PC pasti telah mendukung aplikasi presentasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lah trus kenapa mesti bangga dengan Eee PC yang jelas secara spesifikasi masih dibawah Laptop yang sekarang saya gunakan? Ini dia alasannya :<span id="more-25"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong>“Low Cost Marketing Strategi”</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Coba sedikit kita bayangkan, harga Eee PC di pasaran sekitar $400, biaya untuk membuat blog di <a href="http://iwanteeepc.blogspot.com/" target="_blank">http://iwanteeepc.blogspot.com/</a> GRATIS. Kemudian ketika saya menulis artikel ini dan mencoba search ke google.com dengan keyword “Kalau Saya Punya Eee PC” hasilnya : Results 1 &#8211; 10 of about 5,320 for Kalau Saya Punya Eee PC, dengan keyword lebih pendek “Punya Eee PC” hasilnya : <span> </span>Results 1 &#8211; 10 of about 17,600 for Punya Eee PC.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Saya mencoba melakukan kunjungan ke hasil search tersebut, kebanyakan menyatakan keinginan dan nada positif akan adanya Eee PC. Dari sekitar 5000 link tersebut, jika satu link rata2 dibaca oleh 100 orang maka hanya dengan modal $400 mendapatkan tambahan lead / prospek sebesar 500.000 orang. Tentu sebuah strategi yang sangat bagus menurut pendapat saya. Dengan $400 untuk mendapatkan 500.000 prospek artinya hanya $0,0008 / prospek, dan masih ditambah partisipasi dari prospek yang menulis, notabene jika iklan ditulis bukan produsen tapi prospek akan jauh lebih efektif untuk meningkatkan conversion rate dari prospek menjadi pembeli</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Itulah kenapa saya akan selalu bangga menenteng Eee PC yang saya menangkan ini pada setiap acara yang saya ikuti, diluar hal teknis dan kerampingannya (untuk Laptop dikelasnya) saya akan menunjukkan pada dunia hehehe, bahwa Eee PC yang saya bawa ini pernah hadir dengan Low Cost Marketing Strategi yang sangat efektif untuk menghasilkan Lead / Prospek.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Semoga teman2 pebisnis yang membaca ini bisa melihat bahwa ada banyak strategi marketing yang low cost, untuk menghasilkan prospek tidak hanya dengan membuat brosur atau pasang iklan di media, tetapi bisa menggunakan cara2 cerdas seperti yang dilakukan oleh Eee PC kali ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Tulisan ini dibuat untuk meramaikan sebuah strategi marketing yang bagus, jika ternyata <span> </span>memenangkan saya akan menepati janji saya untuk menenteng dan bangga dengan Eee PC (setidaknya dari sisi marketing). Hmm, jika panitia membaca dan memberikan pada saya tentunya leadnya bertambah karena saya tidak akan menyimpan informasi ini tetapi justru mempresentasikan strategi marketing kali ini yang juga secara tidak langsung kembali mempromosikan Eee PC sebuah laptop menawan (dikelasnya). Hayo panitia dihitung berapa lagi lead yang didapat? Sebenarnya saya ini berharap dapat atau hanya melihat sisi marketingnya sich? Hehehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pingin meramaikan juga? tinggal 2 hari dech sepertinya langsung klik aja infonya <a href="http://iwanteeepc.blogspot.com/" target="_blank">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/01/18/kalau-saya-punya-eee-pc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perpecahan Bisnis, Positif or Negatif ?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 15:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/</guid>
		<description><![CDATA[Teman terdekat saya bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan Diagonistic  Center  ternama di Surabaya. Beberapa tahun yang lalu perusahaan tempat dia bekerja terpecah menjadi dua. Sebelum perpecahan bisnis tersebut terjadi bisa dikatakan tempatnya bekerja merupakan salah satu Diagonistic Center terbesar di Surabaya.
Seringkali kami berdua berdiskusi tentang strategi marketing, mencoba mencari terobosan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><img class="alignleft size-full wp-image-68" title="perpecahan" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/01/broken.gif" alt="perpecahan" width="200" height="132" />Teman terdekat saya bekerja sebagai Marketing di salah satu perusahaan Diagonistic  Center <span> </span>ternama di Surabaya. Beberapa tahun yang lalu perusahaan tempat dia bekerja terpecah menjadi dua. Sebelum perpecahan bisnis tersebut terjadi bisa dikatakan tempatnya bekerja merupakan salah satu Diagonistic Center terbesar di Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Seringkali kami berdua berdiskusi tentang strategi marketing, mencoba mencari terobosan dan pola – pola baru penjualan baik untuk perusahaan tempat dia bekerja maupun untuk perusahaan saya. Saat diskusi kemarin, kami berdiskusi tentang perpecahan yang terjadi di tempat dia bekerja. Kali ini bukan tentang penyebab perpecahan tersebut tetapi lebih pada efek dari perpecahan tersebut. Kami mencoba ngobrol tentang efek buat sebuah bisnis hasil perpecahan yang minimal terpecah menjadi dua, dan keduanya masih bergerak dalam bidang yang sama, dengan mengabil sample contoh perusahaan dimana dia bekerja. Benarkah hanya ada efek negatif saja? <span id="more-22"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Diskusi ini dimulai karena saat teman saya menawarkan jasa perusahaannya ke salah satu bank ternama di jawa timur yang sebelumnya merupakan klien saat perusahaan tempat dia bekerja belum pecah, dan kebetulan diterima oleh salah satu direksi. Direktur bank tersebut menyayangkan perpecahan tersebut, karena seharusnya jika tetap bersama pasti <span> </span>pelanggan tidak harus sibuk memilih diantara keduanya, karena kedua pemilik yang saat ini berpisah sama2 merupakan teman si direktur. Beliau juga menyayangkan karena persaingan kedua perusahaan ini juga justru salaing menganggap saingan satu sama lain. Teman saya pernah bilang mindset yang terbentuk di kalangan teman2 marketingnya ketika tender terjadi adalah “kita boleh tidak memenangkan tender pada sebuah perusahaan asal pemenang tendernya bukan mantan saudara satu perusahaan” Hmm… benar – benar sebuah persaingan yang mantab hehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lalu kenapa saya menulis judul kali ini justru dengan kalimat tanya Positif atau Negatif? Karena memang ada hal positif yang ternyata muncul ketika saya mencoba iseng bertanya “gmn pendapatan perusahaan setelah perpecahan?” ternyata dalam laporan 2007 kemarin pendapatan perusahaan justru meningkat, dan ternyata peningkatan itu terjadi pada kedua perusahaan hasil perpecahan. Aneh? Buat saya iya, saya mencoba membuat kalkusasi sederhana sbb : Perusahan A dalam tahun 2005 mencatat penjualan Rp 1000,-, tahun 2006 terjadi perpecahan sehingga perusahaan A menjadi dua, perusahan B dan perusahaan C, tahun 2007 kedua perusahaan mencatat kenaikan penjualan dibanding 2005, katakan sama2 meningkat 20%, maka perusahan B melakukan penjualan sebesar Rp 1200,- sedangkan perusahaan C juga Rp 1200,- ini berarti jika dijumlahkan menjadi Rp 2400,- atau kenaikan sebesar 140% dari tahun 2005.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Selidik punya selidik, setelah perpecahan terjadi kedua perusahaan sama – sama merasa tidak lagi diatas sehingga strategi marketing, motivasi perbaikan pelayanan dan penjualan bagi karyawan maupun pemilik bergairah lagi. Keduanya sama – sama lebih giat untuk melakukan promosi mencari peluang tender dan pengembangan pasar. Dari sinilah akhirnya kenaikan 140% (dalam ilustrasi saya) bisa dicapai. Sebuah perbaikan dan kenaikan pendapatan yang mungkin tidak bisa didapat ketika perpecahan tidak terjadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Seperti halnya dalam keluarga jika orang tua bercerai, ada dua kemungkinan : anak – anak menjadi hancur masa depannya karena menyesali perceraian kedua orangtuanya, atau menghasilkan anak – anak yang lebih tangguh secara mental. Demikian juga perpecahan partnership dalam bisnis, dari hal yang negatif juga mampu menumbuhkan hal &#8211; hal positif. Sekalipun mungkin tetap akan lebih banyak sisi negatifnya, tetapi dengan sikap positif hal ini bisa menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi bisnis. Kondisi terbaik yang saya dan mungkin sebagian besar dari kita harapkan adalah bisnis / partnership bisnis tetap utuh tetapi mampu memiliki semangat seperti halnya seorang anak yang lebih tangguh karena perceraian kedua orang tua atau memiliki motivasi seperti halnya sebuah bisnis yang baru saja terpecah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Perpecahan tentunya bukanlah hal yang diinginkan oleh setiap orang maupun bisnis, namun jika perpecahan yang notabene adalah hal negatif terlanjur terjadi, adalah sebuah kewajiban untuk belajar dari mereka yang telah berhasil membuat perpecahan menjadi sesuatu yang lebih positif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Isn&#8217;t &#8230; that interesting ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/01/10/perpecahan-bisnis-positif-or-negatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Catatan di Buku Tahunan Kita ?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 17:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Asafa Powell membuktikan diri sebagai sprinter tercepat di dunia. Lewat rekor dunia lari 100 meter dengan waktu 9,74 detik, demikian tertulis di paragraf awal liputan olahraga JawaPos 29/12/2007. Catatan rekor ini memecahkan catatan rekor yang juga atas namanya sendiri.
Pada bagian akhir ditulis di liputan tersebut ditulis bahwa Powell selalu menuliskan cita-cita memecahkan rekor dunia dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><img class="alignleft size-full wp-image-70" title="Set Your GOAL" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2007/12/goal.jpg" alt="Set Your GOAL" width="200" height="133" />Asafa Powell membuktikan diri sebagai sprinter tercepat di dunia. Lewat rekor dunia lari 100 meter dengan waktu 9,74 detik, demikian tertulis di paragraf awal liputan olahraga <a href="http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&amp;id=319151" target="_blank">JawaPos</a><span> </span>29/12/2007. Catatan rekor ini memecahkan catatan rekor yang juga atas namanya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Pada bagian akhir ditulis di liputan tersebut ditulis bahwa <strong>Powell selalu menuliskan cita-cita memecahkan rekor dunia dalam buku catatan tahunan sekolahnya</strong>. Powell berhasil dengan LOA (<em>Law of Attraction</em>) yang ditulisnya di buku catatan tahunan sekolahnya. Sebagai atlet lari dia telah meraih puncak prestasi tingkat dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Bagaimana dengan kita sebagai Pengusaha? Sudahkan kita menuliskan cita – cita kita?</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Saya pribadi selalu menuliskan bahwa saya ingin memiliki rumah dimana nama jalannya adalah nama saya, dan rumah itu saya ‘tempati’ bersama keluarga (secara tidak langsung saya masih hidup ketika ini terjadi) dan juga berada di jalan protokol / minimal jalan kelas 2 di kota besar, catatan ini ada semenjak saya mengenal game cashflow 101 dimana keju (<em>cheese</em>) selalu saya tempatkan pada kotak impian ini (saya ganti sendiri kata – kata di kotak impian cashflow hehehe). Impian dalam games yang dimainkan baru akan dicapai setelah lolos dari ‘<em>rat race</em>’. Jadi saya tahu bahwa ketika ini tercapai suatu saat nanti saya juga telah berada pada fasttrack (jalur orang kaya) seperti halnya dalam game.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Jangan ragu untuk menuliskan catatan tahunan Anda, selain dalam catatan pribadi / blog Anda jangan sungkan untuk menuliskan di comment catatan ini, dan biarkan semua orang tahu dimana kita meletakkan <em>cheese </em>seperti halnya dalam permainan <em>cashflow101</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Jika belum punya impian, tanpa bermaksud menggurui, satu quote “Jika memimpikan saja kita belum bisa, bagaimana kita melakukan di dunia nyata” mungkin bisa jadi pertimbangan Anda untuk segera memiliki impian. Temukan impian Anda dan silahkan (jika belum punya catatan pribadi) tuliskan Nama dan Impian Anda pada kolom comment di bawah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2007/12/30/catatan-di-buku-tahunan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Experience Makan Soto Ayam</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 02:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/</guid>
		<description><![CDATA[Warung Soto Ayam hampir ada dari pelosok desa sampai di tengah kota. Franchise soto juga telah banyak bermunculan. Seperti halnya bisnis makanan lain, RASA selalu menjadi andalan utama bagi pembeli untuk memilih di warung mana akan makan soto. Karena rasa yang utama, penjual soto pun selalu menjawab pertanyaan apa kelebihan soto di warungnya jika dibandingkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Warung Soto Ayam hampir ada dari pelosok desa sampai di tengah <st1:city><st1:place>kota</st1:place></st1:city>. Franchise soto juga telah banyak bermunculan. Seperti halnya bisnis makanan lain, RASA selalu menjadi andalan utama bagi pembeli untuk memilih di warung mana akan makan soto. Karena rasa yang utama, penjual soto pun selalu menjawab pertanyaan apa kelebihan soto di warungnya jika dibandingkan dengan warung lain dengan berbagai jawaban yang selalu terkait dengan rasa, misalnya : rasa soto ayam disini lebih khas lamongan, koya di warung saya jauh lebih enak, kuahnya lebih sedap, dan jawaban serupa lainnya …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p></o:p>Kali ini saya iseng dan berandai – andai punya warung soto ayam, dan ketika ditanya oleh orang apa kelebihan makan soto ayam di warung saya? Saya akan jawab : “Sebuah Pengalaman Makan Soto Ayam.” Saya tidak akan menambahkan embel – embel tentang rasa karena saya sudah yakin soto ayam buatan ibu saya sangat enak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Makan soto aja kok sebuah pengalaman &#8230; Hehehe namanya juga iseng …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Soto Ayam merupakan salah satu masakan favorit saya, dari kecil masakan ini memang familier dengan lidah saya, Ibu yang jagoan dalam hal masak – memasak selalu menyuguhkan menu soto ayam pada setiap acara keluarga atau kebaktian / pengajian. Alasannya cukup simple soto paling ‘IRIT’, satu ekor ayam bisa buat menjamu 30 orang tamu, asal rasanya enak ditambah mie bihun dan kentang sudah terlihat banyak lauknya…<span>  </span>Karena irit berarti jual soto ayam pasti untungnya gedhe hehehehe …</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Mari kita mulai pengalaman makan soto ayam buatan ibu saya hehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span id="more-14"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Kali ini bayangkan saja warung saya sudah berdiri, buka, dan ramai … Anda datang ke warung saya, karena masih pertama kali datang Anda sedikit bingung ketika para pelanggan warung soto saya, memesan dengan bilang : 24, 26, 30, 32 meja 8. Nah sementara Anda melihat meja 8 hanya berkapasitas 4 orang saja dan disana memang sedang duduk 4 orang menunggu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ngga mungkin khan pesan 24 dan 26 porsi ? Disinilah experience makan soto Anda dimulai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Di warung soto saya ini, angka hitungan 24, 26, 30, 32 tadi adalah jumlah suapan yang dilakukan oleh masing2 pembeli , yang tentunya berbeda. Karena di meja 8 tadi adalah pelanggan yang sudah pernah ke warung soto saya maka mereka sudah tahu dalam berapa suapan soto mereka akan habis. <st1:city><st1:place>Ada</st1:place></st1:city> yang 24 suapan, 26 suapan dan seterusnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Lalu kenapa mereka mesti pesan dengan cara itu? Kenapa mereka perduli dengan jumlah suapan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Exeperice kedua berlanjut : Warung soto ayam saya memberikan garansi irisan ayam akan ada dalam setiap suapan pembeli. Artinya jika dia makan soto itu habis dalam 20 suapan maka kami akan berikan 20 irisan ayam, sehingga setiap suapan selalu diikuti dengan seiris daging ayam. Percaya ngga percaya setelah tahu hal ini orang yang semula tidak menghitung berapa suapan dia menghabiskan semangkok soto, akan jadi berhitung.<span>  </span>Nah Anda khan <span> </span>pelanggan baru bagaimana karena belum tahu jumlah suapan? Tentunya kita punya standar jumlah suapan sambil memberitahukan pada pembeli “Silahkan bapak / ibu menikmati setiap suapan dengan seiris daging, jika nanti irisan daging sudah habis tapi bapak / ibu masih ada suapan berikutnya, kami akan tambahkan irisan daging nya“</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Hmm …. Setelah terdiam melihat aktifitas tadi akhirnya Anda memesan soto di warung saya, Tanpa saya perintahkan : 80% kemungkinan Anda menghitung berapa jumlah suapan yang Anda lakukan sembari menikmati rasa enak soto ayam khas masakan ibu saya …. Hehehe experience ketiga sudah Anda lewati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Setelah makan, bayar dan pulang, 50% kemungkinan Anda menceritakan pada teman kantor atau keluarga tentang 3 pengalaman Anda pertama kali ke warung soto saya ….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Masih ada satu experience lagi tersisa, kali ini Anda datang kembali ke warung soto saya dengan beberapa orang teman / keluarga … Ketika mereka bingung seperti Anda pertama datang tadi, Anda dengan bangga bilang 22 seolah ingin menunjukkan pada teman2 yang diajak, bahwa Anda telah tahu jumlah suapan Anda hehehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Begitu seterusnya berlanjut teman bawa teman…. Rame deh warung soto ayam saya hehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&#8212;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ide ini muncul saat saya makan soto ayam dan ada anak kecil disebelah saya makan oreo dengan dicelupkan ke minumanya (milo), di warung ini irisan ayam di mangkok saya besar2 tapi dagingnya habis dulu sebelum nasinya habis, hmm… jika oreo bisa menciptakan experience makan biskuit, kenapa tidak dengan soto ayam hehehehe</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Isn’t … that interesting ….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2007/12/26/ide-experience-makan-soto-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Promo : StarOne Ngorbit (Ngobrol Sulit)</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2007/12/16/starone-ngorbit-ngobrol-sulit/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2007/12/16/starone-ngorbit-ngobrol-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 11:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/2007/12/16/starone-ngorbit-ngobrol-sulit/</guid>
		<description><![CDATA[ StarOne pada akhir November 2007 meluncurkan sebuah promo yang dalam pandangan saya sangat luar biasa, ngobrol sepuasnya antar sesama pengguna StarOne dan juga tarif khusus untuk melakukan panggilan ke jaringan GSM Indosat groups. Sebagai pengguna layanan pasca bayar StarOne dan juga pemakai GSM Indosat ditambah relasi yang sebagian besar menggunakan produk telepon dari Indosat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2007/12/ngorbit.gif" alt="Ngorbit Starone" width="140" height="321" /> StarOne pada akhir November 2007 meluncurkan sebuah promo yang dalam pandangan saya sangat luar biasa, ngobrol sepuasnya antar sesama pengguna StarOne dan juga tarif khusus untuk melakukan panggilan ke jaringan GSM Indosat groups. Sebagai pengguna layanan pasca bayar StarOne dan juga pemakai GSM Indosat ditambah relasi yang sebagian besar menggunakan produk telepon dari Indosat Groups, saya langsung memanfaatkan promo ini, bahkan sehari sebelum program dimulai saya telah mendaftarkan nomor saya untuk program ini. Berita re-lunch StaOne oleh jajara direksi Indosat pada ulang tahun yang ke 40 membuat saya yakin program ini telah dipikirkan secara matang.</p>
<p>Satu minggu berjalan tidak ada kendala karena proses telepon masih normal, setelah memasuki bulan desember 2007 dimana grup band Nidji membombardir dengan nyanyian &#8220;Ngorbit &#8211; Ngobrol Irit pakai StarOne&#8221; dan juga poster2 yang sangat luar biasa menghiasi jalanan Surabaya tentang program promo ini  saya merasakan sangat tidak nyaman menggunakan StarOne, telepon susah &#8211; drop call &#8211; sms lambat menjadi rutinitas dalam aktifitas telepon saya. Dengan sedikit jengkel karena mengetahui sekalipun komplain pasti tidak ada jawaban memuaskan karena saya sadar promo ini pasti menarik banyak pengguna baru dan tingat call menjadi jauh lebih banyak. Akhirnya saya hanya bisa sedikit meng-gubah lagu promo dari StarOne menjadi sedikit berbeda : &#8221; <strong>Ngorbit &#8211; Ngobrol SULIT pakai StarOne</strong> &#8221; dan berharap <strong>semoga program ini tidak diperpanjang</strong> sehingga saya tidak harus beralih ke jaringan telepon lain yang tentunya membutuhkan efot yang tidak sedikit.</p>
<p>Lalu apa yang bisa dipelajari dari kasus ini dalam bisnis kita ? <span id="more-8"></span></p>
<p>Dalam bisnis ada 2 kategori utama yang harus diperhatikan : <strong>Distribusi dan Marketing</strong>,  2 hal utama ini memiliki perbandingan  50 : 50 dalam sebuah Bisnis. Perusahaan bisa berjalan baik jika memiliki Distribusi yang bagus dan juga Marketing yang bagus, keduanya tidak dapat dipisahkan. Secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut : Apalah artinya memiliki semua sistem, peralatan, dan service nomor satu di dunia tetapi tidak memiliki pelanggan yang mampu menghidupi jalannya perusahaan karena sistem marketing yang buruk. Sebaliknya memiliki program marketing bagus dan juga tingkat sales yang tinggi, tetapi hanya produk yang dihasilkan adalah produk buruk, service yang buruk, deliveri yang lambat dan banyak kendala yang akan dihadapai pembeli setelah melakukan transaksi dengan perusahaan.</p>
<p>StarOne telah mampu melakukan proses marketing dengan sangat baik dengan promo ini, tetapi di sisi lain Distribusi tidak ditingkatkan seiring dengan proses marketing yang dilakukan, dengan program marketing sebagus apapun tanpa deliveri yang bagus niscaya orang hanya akan mencoba sekali dan kemudian membuang produk tersebut. Fenomena StarOne yang lebih aneh ada di daerah Kebagusan &#8211; Jakarta selatan, tempat tinggal saya jika sedang berada di Jakarta bahkan tidak mendapatkan satu bar sinyal dari StarOne, lokasi rumah saya hana berjarak kurang dari 1 km dari kantor Indosat-M2, saya hanya bisa bergumam  karyawan Indosat disana ga ada yang pakai StarOne dong kalau sinyal aja tidak ada ?</p>
<p>Perusahaan yang mempunyai bugdet Marketing besar mungkin tidak begitu merasakan proses deliveri yang tidak baik, tetapi untuk bisnis2 yang dalam fase start up 2 hal utama tersebut tidak boleh dilewatkan. Keduanya harus seiring sejalan jika tidak maka tinggal menunggu waktu mati dengan cepat.  Setiap program promosi harus selalu dikalkulasikan dengan distribusi yang harus disiapkan.</p>
<p>Apabila saat ini bisnis Anda sedang melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan StarOne dengan distribusi pada promo-nya, segera fokuskan perhatian pada distribusi Anda. Keberhasilan peningkatan sisi Marketing Anda saat ini hanyalah keberhasilan semu. Tanpa peningkatan distribusi dengan segera keberhasilan program marketing Anda hanya akan menjadi sarana bunuh diri yang sangat efektif. Anda telah berhasil 1/2 perjalanan hal ini luar biasa karena tidak semua mampu melalui ini, tinggal 1/2 langkah lagi yang harus ditempuh untuk menjadi sebuah bisnis yang berjalan dengan baik.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana mengetahui tingkat distribusi bisnis kita ? Tentu Anda sendiri yang bisa menemukan jawabannya dengan MENDENGAR apa yang pelanggan Anda rasakan dan katakan &#8230;.. Bukan hal yang sulit buat pelanggan Anda untuk menggubah tagline promosi Anda seperti halnya saya menggubah &#8220;Ngorbit &#8211; Ngobrol Irit pakai StarOne&#8221; menjadi &#8220;Ngorbit &#8211; Ngobrol SULIT pakai StarOne&#8221;</p>
<p>Isn&#8217;t that &#8230;.. Interesting ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2007/12/16/starone-ngorbit-ngobrol-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
