<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Danton Prabawanto, S.Kd &#187; Quote In Desk</title>
	<atom:link href="http://dantonprabawanto.com/category/quote-tips-sukses/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dantonprabawanto.com</link>
	<description>Small Things to be The Blessing Company</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2009 02:41:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menghadapi pelanggan cerewet, susah atau mudah?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2009/02/10/menghadapi-pelanggan-cerewet/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2009/02/10/menghadapi-pelanggan-cerewet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 02:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan cerewet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang membutuhkan latihan, empati dan perhatian yang sungguh terhadap orang lain
Semalam seorang teman menanyakan &#8220;Gimana cara menghadapi istri yang cerewet seperti burung Beo setiap pagi?&#8221;
Nah loh, trus apa hubungannya dengan bisnis?
Dalam bisnis kalau pelanggan sudah dianggap sebagai istri ungkapan yang sama mungkin tanpa disadari sering kita lontarkan &#8220;Pelanggan cerewet, pelanggan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang membutuhkan latihan, empati dan perhatian yang sungguh terhadap orang lain</p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-145" title="detak_heart" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2009/02/detak_heart.jpg" alt="detak_heart" width="200" height="178" />Semalam seorang teman menanyakan &#8220;Gimana cara menghadapi istri yang cerewet seperti burung Beo setiap pagi?&#8221;<br />
Nah loh, trus apa hubungannya dengan bisnis?<br />
Dalam bisnis kalau pelanggan sudah dianggap sebagai istri ungkapan yang sama mungkin tanpa disadari sering kita lontarkan &#8220;Pelanggan cerewet, pelanggan yang sulit, pelanggan bawel dan banyak maunya&#8221; &#8230; hayo siapa yang pernah melontarkan kalimat ini ?</p>
<p>Terus saya menjawab cukup sederhana dengan satu kalimat seperti ini :<span id="more-144"></span></p>
<p>&#8220;Anggap aja sekarang belum menikah dan <strong>istri</strong> mu sekarang ini masih <strong>pacar</strong> mu, apa yang kamu lakukan ?&#8221;</p>
<p>Secara NLP (weleh opo maneh iki &#8230; abis ngambil <span class="cbUserListFieldTitle cbUserListFT_cb_licensed"><em>Licensed </em></span><span class="cbListFieldCont cbUserListFC_cb_licensed"><em>Practitioner of NLP (TM)</em> jadi sok &#8211; sok  menghubung-hubungkan dengan NLP</span>), yang saya lakukan hanya membangkitkan ingatan dia ketika masih pacaran, mengembalikan memori, perasaan, dan hal &#8211; hal lain ketika masih pacaran dulu, kemudian membawa memori itu pada situasi sekarang. Mungkin dulu kalau cerewet dianggap memberikan masukan positif atau mungkin juga perhatian dan tanda kasih sayang, tetapi sekarang dianggap menjengkelkan. State of Mind waktu pacaran itulah yang dibawa pada hal yang sama yang dihadapi sekarang.</p>
<p>Nah terus apa yang dia lakukan untuk menghadapi istrinya ? ya terserah dia hehe, tapi saya yakin dia bisa menemukan caranya karena sudah terbukti dia pernah mampu menghadapi saat pacaran dulu. Dan karena kemampuan nya itu mereka sepakat untuk menikah.</p>
<p>Kembali mengkait &#8211; kaitkan dengan dunia bisnis / usaha &#8230;</p>
<p>Kalau bisnis / usaha Anda, sama seperti usaha saya yang dimulai dari titik 0 (nol) atau bahkan minus, MEMORI ketika pertama kali mendapatkan klien / pelanggan &#8230; bagaimana kita melayani mereka sesaat sebelum ada keputusan membeli produk / layanan kita &#8230; atau apapun yang kita lakukan ketika kita menganggap bahwa pelanggan masih pacar kita, bisa kita bangkitkan kembali untuk menghadapi situasi &#8211; situasi dimana kita beranggapan bahwa pelanggan kita sekarang ini merepotkan, cerewet, bawel, banyak maunya dll &#8230;.</p>
<p>Jadi pertahankan pelanggan sebagai Pacar atau Kekasih Anda &#8230; jangan pernah menikah dengannya hehehe</p>
<p>Nah trus hubungan nya ama qoute / kutipan bisnis dari zig ziglar hari ini apa? ga ada deh sepertinya, tapi kalau mo di hubung-hubungkan sendiri ya ndak ada masalah hehehe &#8230; silahkan hubungkan sendiri aja deh &#8230;</p>
<p>Salam GLADNESS,</p>
<p>NB : Istilah PACAR dan ISTRI untuk mendefinisikan PELANGGAN pernah saya baca atau dengar, cuma saya lupa dimana atau tulisan siapa yang saya baca, semoga si pemilik istilah tidak keberatan saya gunakan di blog ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2009/02/10/menghadapi-pelanggan-cerewet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internet Tidak Merubah Konsep Dasar Bisnis</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2009/01/15/internet-tidak-merubah-konsep-dasar-bisnis/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2009/01/15/internet-tidak-merubah-konsep-dasar-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 16:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis di internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[kaya di internet]]></category>
		<category><![CDATA[konsep bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[konsep dasar bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pola bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[toko baju]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Jangan Panik! Internet cuma sarana untuk memperlancar bisnis yang sudah ada. Konsep dasarnya tetap sama
Kemarin saya chatting dengan teman, saat ini dia sibuk merintis bisnis di internet. Sayangnya dia terperangkap dalam pola bisnis dengan landasan kaya cepat di internet. Hati kecil saya ingin sekali mencegah dia meneruskan ini dan berharap dia mau merubah semangat bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Jangan Panik! Internet cuma sarana untuk memperlancar bisnis yang sudah ada. Konsep dasarnya tetap sama</p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-138" title="ecommerce" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2009/01/ecommerce.jpg" alt="ecommerce" width="200" height="183" />Kemarin saya chatting dengan teman, saat ini dia sibuk merintis bisnis di internet. Sayangnya dia terperangkap dalam pola bisnis dengan landasan kaya cepat di internet. Hati kecil saya ingin sekali mencegah dia meneruskan ini dan berharap dia mau merubah semangat bisnis online nya menjadi lebih baik.</p>
<p>Kebetulan, tips bisnis Zig Ziglar hari ini menjawab point penting tentang bisnis di internet bahwa internet tidak merubah konsep suatu bisnis &#8216;offline&#8217; tetapi internet dapat memperlancar sebuah bisnis atau memperlancar sesorang menjadi pebisnis.</p>
<p>Contoh &#8211; contoh nyata akan memudahkan kita menggali lebih dalam tips bisnis kita kali ini, seperti :</p>
<p><span id="more-130"></span></p>
<p>Contoh Pertama : Membuka Toko Baju</p>
<p>Sebelum Internet marak untuk bisa memiliki toko baju, minimal kita harus punya STOK BAJU dan lokasi toko (dan tentu masih ada banyak lainnya). Modal dasar yang diperlukan untuk 2 hal itu saja tidak sedikit (entah memulai dengan modal pinjaman atau modal sendiri, tetap akan membutuhkan nominal yang cukup besar)</p>
<p>Katakanlah kita telah memiliki toko baju offline tersebut, kemudian kita menggunakan pola bisnis pada toko tersebut seperti ini :</p>
<p>Buat orang mampir ke toko -&gt; buat pengunjung toko menjadi pembeli -&gt; buat pembeli menjadi pelanggan -&gt; pertahankan pelanggan.</p>
<p>Nah, sekarang kita bandingkan dengan membuat toko baju online. Hal yang harus dimiliki menjadi berubah dari stok baju menjadi hanya foto baju / produk, dan lokasi menjadi sebuah domain dan hosting. Toko tetap bisa berjalan tanpa adanya stok baju cukup dengan berkompromi dengan supplyer atau produsen bahwa kita akan ambil barang saat ada pemesanan / pembelian. Modal dasar untuk memulai usaha online melalui internet bisa jadi hanya 1% dari memulai bisnis offline. Tentu ini memperlancar bagi siapa saja yang ingin memiliki bisnis. Bagaimana dengan pola bisnis nya ?</p>
<p>Pola bisnis online tetap akan sama dengan pola bisnis yang sudah ada sebelumnya. Pola bisnisnya sama sekali tidak berubah dan tidak menjadi lebih mudah. Kalau mau toko online nya ramai lakukan pola bisnis yang sama dengan bagaimana membuat sebuah toko baju offline menjadi ramai.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Contoh kedua : Membangun Media / Publisher</p>
<p>Saya pernah punya beberapa teman yang mendirikan bisnis majalah gratis, istilah keren versi Tukul : free magazine. Berharap pendapatan datang dari iklan. Ketika ngobrol sharing dan mereka minta pendapat saya bagaimana nantinya bisnis majalah mereka. Jawaban saya waktu itu : dengan modal dan network yang kalian miliki sekarang saya prediksi kalian hanya akan terbit 3 kali setelah itu buyar.</p>
<p>Dan celakanya kok ya prediksi saya benar, mereka terbit 4 kali dan diakhir penutupan menanggung hutang &gt; Rp 30 juta (diluar modal dasar). Kerugian yang ditanggung cukup besar untuk skala pemula. Kalau untuk pemula aja besar apalagi untuk profesional.</p>
<p>Kita akan coba lihat pola bisnis publisher, anggap saja seperti ini :</p>
<p>Tentukan Target Pembaca -&gt; Siapkan Materi Berita / Konten -&gt; Sebarkan ke Target Pembaca -&gt; Dapatkan pembaca setia -&gt; Tawarkan ke Pemasang Iklan</p>
<p>Bagaimana dengan online publisher? Tentunya tidak akan butuh &gt; Rp 30 juta, untuk 4 kali terbit, bahkan GRATIS pun bisa dengan membuka account gratis di blogspot atau wordpress. Jauh lebih sederhana untuk bisa memliki bisnis media dengan menggunakan internet. </p>
<p>Namun sekali lagi pola dasar bisnis publisher untuk sukses tetaplah sama, baik online maupun offline.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Banyak yang terjebak dengan fenomena kaya cepat melalui internet. Mereka &#8211; mereka yang punya landasan cepat kaya seringkali lupa dengan pola dasar bisnis itu sendiri.</p>
<p>Mereka melupakan pola bisnis karena berkaca pada hasil yang telah dicapai orang lain, kemudian melihat apa bisnis online orang lain tersebut, kemudian serta merta meniru. Sering kita dengar : Si A kaya melalui internet hanya dengan menjadi publisher, pendapatannya sudah $10.000 per bulan tanpa bekerja.</p>
<p>Benarkah demikian? Sangat mungkin terjadi jika dia memiliki pola bisnis sebuah media offline.</p>
<p>Banyak orang meniru OUTPUT nya saja. BUKAN meniru pola bisnis nya. Bahkan kemudian menggunakan cara &#8211; cara instant dan melanggar aturan namun tetap saja tidak bisa mendapatkan hasil maksimal.</p>
<p>Yang lebih celaka lagi, ketika si A kemudian gembor &#8211; gembor bahwa dia telah SUKSES melalui internet hanya dengan nongkrong saja. Kemudian menjual dalam seminar &#8211; seminar dengan tema utama : Kaya di Internet tanpa bekerja. Waduh &#8230; bukannya mengajarkan pola dasar bisnis, malah mengajarkan kaya tanpa bekerja. Tentu saja si A semakin kaya dari uang peserta seminar hehehe, yang terjadi negeri ini semakin mudah di-bodoh-i</p>
<p>Memulai bisnis di internet sangat &#8217;simple&#8217; (kata yang menurut saya lebih tepat daripada &#8216;mudah&#8217;, simple = sangat mungkin dilakukan tapi tidak berarti mudah). Kita cukup mengamati, mengikuti, meniru, dan atau memodifikasi POLA BISNIS DASAR dari sebuah bisnis yang telah terbukti sukses. Kemudian menerapkan dalam bisnis online kita.</p>
<p>Internet tidak membuat kita kaya cepat tanpa bekerja, tapi intenet membantu kita lebih SIMPLE untuk kaya &#8230;.. lebih SIMPE untuk memulai bisnis &#8230;.. dan lebih SIMPLE untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.</p>
<p>Jika memang memulai bisnis di internet itu sangat SIMPLE, kenapa tidak kita mulai dari SEKARANG? </p>
<p> </p>
<p>Salam GLADNESS,</p>
<p> </p>
<p>NB : Topik tentang ini mungkin sering kali kita baca / diskusikan di berbagai tempat. Semoga Sharing Qoute In Desk dari Zig Ziglar hari ini bisa melengkapi diskusi / tulisan yang telah ada sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2009/01/15/internet-tidak-merubah-konsep-dasar-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengukur Sukses Hanya Dengan Melihat Siapa Sahabat Kita</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/12/31/mengukur-sukses-hanya-dengan-melihat-siapa-sahabat-kita/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/12/31/mengukur-sukses-hanya-dengan-melihat-siapa-sahabat-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 04:38:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[quote bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[teman bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Kelilingi dirimu hanya dengan orang &#8211; orang yang akan mengangkat kamu lebih tinggi. &#8221;
Oprah Winfrey,  presenter dan host Oprah Winfrey Show
&#8220;Memilih teman dalam pergaulan sehari &#8211; hari sangat penting&#8221; begitulah dalam bahasa ala S.Kd quote bisnis dari Oprah Winfrey diatas. Di kolam mana kita hidup dan ikan apa saja yang hidup bersama sangat menentukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8221; Kelilingi dirimu hanya dengan orang &#8211; orang yang akan mengangkat kamu lebih tinggi. &#8221;</p>
<p><em><strong>Oprah Winfrey</strong>,  presenter dan host Oprah Winfrey Show</em></p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-113" title="network" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/network.jpg" alt="network" width="200" height="147" />&#8220;Memilih teman dalam pergaulan sehari &#8211; hari sangat penting&#8221; begitulah dalam bahasa ala S.Kd quote bisnis dari Oprah Winfrey diatas. Di kolam mana kita hidup dan ikan apa saja yang hidup bersama sangat menentukan apa makanan kita dan akan menjadi ikan apa nantinya. Apakah ikan yang mengakiri hidup di penggorengan atau ikan yang telurnya atau bahkan siripnya saja berharga lebih mahal dari sebongkah berlian.</p>
<p>Memilih dan memilah teman bukan berarti tidak mau berteman dengan setiap orang. Berteman dengan setiap orang dan membuka jalur pertemanan seluas mungkin adalah hal yang bagus. Tetapi MEMILIH SAHABAT merupakan hal wajib.</p>
<p>Arti Sahabat kali ini saya artikan teman yang cukup sering berinteraksi dengan kita. Dari 20 orang sahabat, kita sudah bisa mengukur seberapa sukses kita dimasa mendatang, setidaknya demikian menurut Roger Hamilton yang setahu saya memperkenalkan &#8220;Wealth Network Team&#8221; suatu alat ukur kesuksesan kita berdasarkan pada jaringan pertemanan yang kita miliki. Begini cara kerja alat ukur ini :</p>
<p><span id="more-111"></span></p>
<p>Pertama, silahkan tuliskan 20 nama sahabat / orang terdekat Anda saat ini, siapa saja yang sering berinteraksi dengan Anda baik dalam tatap muka langsung, email, telepon, chating atau media komunikasi lainnya. Ya. <strong><em>20 orang yang paling sering berkomunikasi dengan Anda</em></strong>, baik istri, suami, pacar, karyawan, teman bisnis, tetangga atau siapapun. </p>
<p>Sebaiknya Anda tuliskan sekarang, karena ini hanya akan efektif dan bisa bekerja jika Anda menuliskan 20 nama itu sekarang. Tidak ada salah atau benar, tetapi tanpa 20 nama sahabat Anda sekarang, ini tidak berarti apapun.</p>
<p>Seperti halnya membaca novel langsung ke halaman belakang dan mengetahui akhir cerita membuat alur cerita dalam novel tidak lagi berarti, demikian juga mengetahui cara kerja alat ukur ini tanpa lebih dulu menuliskan 20 nama akan membuatnya menjadi hambar dan tidak lagi bisa mengetahui nilai sesungguhnya.</p>
<p>Silahkan ambil kertas atau buka notepad di komputer Anda sekarang. Selama browser ini tetap terbuka, saya dan tulisan blog ini akan tetap setia menunggu Anda sampai selesai menulis 20 nama sahabat Anda.</p>
<p>Baiklah kalau sudah selesai, btw boleh saya tahu berapa lama Anda menuliskan nama 20 orang teman?  5 menit , 10 menit, 20 menit atau lebih dari 30 menit?</p>
<p>Apakah mengalami kesulitan?</p>
<p>Jika iya saya pun demikian pada awal menggunakan alat ukur ini. Sekarang karena terbiasa mereview daftar 20 orang dalam network saya setiap bulannya sehingga jauh lebih cepat dalam menuliskannya. Oh iya pastikan Anda memiliki 20 nama, jika kurang tulis saja siapa yang Anda ingat, kita akan bersama memperbaikinya nanti.</p>
<p>Kita akan mengelompokkan 20 sahabat yang sudah kita list tadi kedalam 4 kelompok network :</p>
<p><strong>1. RESOURCE NETWORK<br />
</strong>Sahabat dalam kelompok ini adalah sahabat yang bisa memberikan peluang, pengetahuan atau keuangan yang kita butuhkan untuk meningkatkan kapasitas diri kita. Kelompok network ini dibagi menjadi 3 kategori :</p>
<ul>
<li><strong>OPPORTUNISTS<br />
</strong>Sahabat yang bisa memberikan ide dan peluang baru, sahabat tempat kita mengadu untuk mendapatkan solusi yang kita butuhkan.</li>
<li><strong>ADVISORS<br />
</strong>Sahabat kita ini memiliki dan bersedia membagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Dia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih dibandingkan kita. Mentor Anda atau orang &#8211; orang yang Anda kagumi seringkali menjadi sahabat Anda di kategori ini.</li>
<li><strong>FINANCIERS</strong><br />
Sahabat ini selalu mendukung Anda untuk sukses dengan bersedia membantu memenuhi kebutuhan yang Anda perlukan, bersedia mendanai proyek / bisnis Anda, memberikan pinjaman dana pada bisnis Anda. Banker, Investor, atau siapapun yang membantu Anda di sisi keuangan merupakan sahabat Anda di kategori ini. </li>
</ul>
<p>Silahkan lihat kembali daftar 20 nama yang sudah dituliskan, tuliskan di sisi kanan nama mereka termasuk dalam kategori mana teman &#8211; teman Anda. Jika tidak termasuk dalam kelompok ini masih ada 3 kelompok lain, kita tuliskan lagi nanti. Kita coba apakah mereka masuk dalam kelompok kedua.</p>
<p> </p>
<p><strong>2. SUPPORT NETWORK</strong><br />
Sahabat dalam kelompok ini mendukung kita baik secara moral dan tindakan untuk meraih kesuksesan. Kelompok network ini juga dibagi menjadi 3 kategori :</p>
<ul>
<li><strong>PEERS<br />
</strong>Sahabat ini merupakan teman seperjuangan, orang yang kita bisa saling belajar untuk sukses, membuat kita lebih percaya diri bahwa kita berada pada jalur yang benar, saling memberikan masukan positif dan kritikan yang membangun. Teman yang bisa untuk berbagi saling memberi dan menerima dengan seimbang. Sering kita menemukan sahabat di kategori ini dalam suatu komunitas / perkumpulan.</li>
<li><strong>ADVOCATES</strong><br />
Merupakan sahabat yang senang membantu Anda, secara aktif merekomendasikan Anda atau bisnis Anda pada jaringan pertemanannya, membantu Anda menemukan network baru. Sahabat yang percaya pada kemampuan Anda dan menceritakan kemampuan Anda pada orang lain. Dia juga menjadi sumber referensi orang yang baru Anda kenal untuk mengetahui siapa diri Anda.</li>
<li><strong>SUPPORTERS<br />
</strong>Sahabat Anda kali ini memberikan dukungan secara moral tetapi tidak terlibat langsung dalam aktifitas kesuksesan Anda. Sekalipun tanpa terlibat langsung tanpa dukungan mereka Anda merasa ada yang kurang. Sahabat biasanya adalah anggota keluarga.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Kembali kita melihat daftar 20 nama, tuliskan di sisi kanan nama mereka termasuk dalam kategori mana network kita. Jika tidak termasuk dalam kelompok ini masih ada 2 kelompok lain, kita tuliskan lagi nanti. Kita coba apakah mereka masuk dalam kelompok ketiga.</p>
<p>Oh ya sebelum membahas kelompok ketiga, saat ini Anda masih boleh menuliskan satu nama masuk dalam 2 kategori berbeda, nanti setelah semua kategori kita bahas baru akan kita tentukan di kategori mana sesorang paling dominan.</p>
<p> <br />
<strong>3. PRODUCTION NETWORK<br />
</strong>Sahabat dalam kelompok ini merupakan orang yang membantu melakukan eksekusi di lapangan. Pada kelompok ini kita akan bagi menjadi 2 kategori saja :</p>
<ul>
<li><strong>MANAGERS</strong>,<br />
Seorang sahabat yang bisa mengerjakan pekerjaan dalam bisnis Anda, bahkan dia bisa mengerjakan sesuatu pekerjaan lebih baik dari Anda. Dia juga memberikan laporan langsung pada Anda apa yang dikerjakannya. Mampu melakukan pekerjaan manajemen untuk membuat bisnis Anda menjadi lebih baik. Sahabat Anda ini juga merupakan orang yang loyal terhadap Anda atau bisnis Anda. Karyawan bisa masuk dalam kategori ini sekalipun jabatannya bukan seorang manager.</li>
<li><strong>TEAM</strong>,<br />
Merupakan sahabat Anda yang mengerjakan pekerjaan keseharian dalam bisnis Anda, karyawan yang tidak masuk dalam kategori Managers sebagian besar merupakan network anda di kategori ini.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Mari kita review kembali daftar 20 nama kita, dengan kelompok ketiga barusan. Masih ada nama yang belum masuk kategori, ini dia kategori terkahir dalam alat ukur kita kali ini :</p>
<p><strong>4. POVERTY NETWORK</strong><br />
Sahabat yang berada di bawah Anda secara pengetahuan, keuangan atau hal &#8211; hal lainnya. Sahabat Anda dalam kelompok ini juga berpotensi untuk menghancurkan mimpi dan motivasi Anda untuk sukses. Kelompok ini terdiri dari 4 kategori, yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>DOOMSAYERS</strong><br />
Sahabat kita ini selalu membicarakan atau mengungkapkan hal &#8211; hal yang negatif, apa yang menjadi topik saat kita berinteraksi dengannya merupakan pembicaran negatif. Mungkin kalau saat ini yang dibicarakan selalu akibat krisis global, menyesali hujan setiap hari, jualan sepi, pokok yang negatif semuanya dech.</li>
<li><strong>DISTRACTORS</strong><br />
Sahabat dalam kategori ini dalam melihat sesuatu seringkali melihat dari sudut pandang negatif. Hal yang pertama dia lihat / katakan saat Anda menghadapi sesuatu adalah sisi negatif nya. Misal Anda ingin pergi ke suatu tempat baru, dia akan melihat masalah yang ada di tempat baru itu entah itu macet, sepi, transportasi susah dan semua hal negatif lainnya.</li>
<li><strong>DOUBTERS<br />
</strong>Sahabat dalam kategori ini tidak memiliki keyakinan apapun untuk sukses, dan parahnya lagi dia mencoba mempengarui Anda. dulu saya punya teman di kategori ini dia selalu bilang bahwa saya harus jadi sarjana untuk bisa kaya, dia selalu mempengarui bahwa saya ga bisa sukses kalau tidak sarjana. Mungkin dia benar untuk bisa sukses menjadi sarjana bisa membantu kita, tapi tidak berarti kalau bukan / belum sarjana kita tidak bisa sukses. Ini dia kategori teman yang bisa mempengaruhi Anda melakukan hal &#8211; hal buruk. Bisa jadi teman dalam kategori ini yang menjerumuskan Anda dalam hal &#8211; hal negatif, korupsi, suap, narkoba, miras dll</li>
<li><strong>PASSENGERS</strong><br />
Sahabat dalam kategori ini tidak memberikan efek apapun dalam aktifitas kesuksesan Anda. Tidak membuat lebih baik juga tidak membuat Anda lebih buruk. Dia tidak memberikan pengaruh apapun dalam kehidupan Anda.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Semua kategori dalam alat ukur kali ini sudah kita coba bahas, sekarang silahkan review kembali daftar 20 nama Anda, jika masih ada satu orang yang masuk dalam 2 atau lebih kategori silahkan tentukan mana yang lebih dominan SAAT INI.</p>
<p>Setelah mendapatkan satu kategori paling dominan untuk setiap nama kita akan mencoba menghitung berapa nilai network kita saat ini, cara meghitungnya cukup mudah :</p>
<p>1. Kalikan dengan 5, sahabat di kelompok Resource Network<br />
2. Kalikan dengan 3, sahabat di kelompok Support Network<br />
3. Kalikan dengan 2, sahabat di kategori Managers<br />
4. Kalikan dengan 1, sahabat di kategori Teams<br />
5. Kalikan dengan -1, sahabat di kategori Doomsayers<br />
6. Kalikan dengan -2, sahabat di kategori Distractors<br />
7. Kalikan dengan -3, sahabat di kategori Doubsters<br />
8. Kalikan dengan 0, sahabat di kategori Passenggers</p>
<p>Sekarang Jumlah kan nilai network Anda saat ini, berapa nilai Anda? Anda bebas menuliskan nilai Anda saat ini di kolom komentar.</p>
<p>Jika nilai Anda dibawah 50 silahkan review kembali dan ingat kata &#8211; kata Oprah dalam Qoute kita hari ini, segera tambahakan nilai Anda dengan mencari network / teman baru dan jika perlu kurangi bahkan tinggalkan interaksi yang sering dengan teman yang mengurangi nilai Anda.</p>
<p>Sejak pertama kali mengetahui alat ukur kesuksesan ini, saya membiasakan diri mereview tiap akhir bulan dengan siapa saja saya berinteraksi intensif bulan ini, dan kembali mengulang test ini sehingga saya tahu apakah jaringan sahabat saya bertumbuh bulan ini.</p>
<p>Nilai seorang sahabat bisa berubah saat kita melakukan update test pada waktu yang berbeda. Jika Anda melihat atau merasakan ini berguna untuk membat anda meraih sukses Anda boleh melakukan kembali test ini setiap bulan, 3 bulan, 6 bulan atau satu tahun. Dan Anda boleh kembali menuliskan nilai Anda di kolom komentar disini nantinya.</p>
<p>Saat menuliskan ini, saya baru saja mereview nilai network saya tahun 2008 ini. Nilai network saya tahun ini setalah di rata &#8211; rata 68, dan untuk bulan desember 2008 ini 70. Saat pertama kali mengunakan alat ukur ini nilai saya 59.</p>
<p>Selamat berhitung dan segera menjadi sukses.</p>
<p>Salam Gladness. Selamat Tahun Baru 2009.</p>
<p>NB: Qoute In My Desk kali ini saya baca di Jawapos, halaman 7 tanggal 31 Desember 2008.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/12/31/mengukur-sukses-hanya-dengan-melihat-siapa-sahabat-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membiarkan Orang Lain Merasa Penting</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/12/18/membiarkan-orang-lain-merasa-penting/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/12/18/membiarkan-orang-lain-merasa-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 03:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[team leader]]></category>
		<category><![CDATA[team member]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Quote In My Desk (QIMD) yang saya baca hari ini berbunyi demikian :
Kunci dalam meraih hubungan yang baik adalah dengan membiarkan orang lain merasa penting
Ungkapan ini sering kali kita dengar atau kita baca dalam berbagai versi yang serupa, kali ini saya akan melihat QIMD dalam hubungan antara Owner bisnis dengan karyawan / anggota team.
Beberapa teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quote In My Desk (QIMD) yang saya baca hari ini berbunyi demikian :</p>
<blockquote><p>Kunci dalam meraih hubungan yang baik adalah dengan membiarkan orang lain merasa penting</p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-90" title="winner-as-team" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/winner-as-team.jpg" alt="winner-as-team" width="200" height="195" />Ungkapan ini sering kali kita dengar atau kita baca dalam berbagai versi yang serupa, kali ini saya akan melihat QIMD dalam hubungan antara <em>Owner bisnis</em> dengan <em>karyawan / anggota team</em>.</p>
<p>Beberapa teman yang datang ke kantor dan melihat kinerja anggota team saya sering menanyakan bagaimana anggota team saya begitu SOLID, seolah mereka bekerja seperti bermain dalam sebuah permainan yang penuh tanggung jawab. Dan saya selalu menjawab bahwa ada RAHASIA SEDERHANA yang selalu kami lakukan, dan kebetulan QIMD kali ini &#8216;memaksa&#8217; saya membagikan kepada Anda semua &#8230; Ini dia rahasianya &#8230;</p>
<p><span id="more-87"></span></p>
<p>Prinsip dasar yang harus kita semua ketahui adalah : <strong>&#8217;siapa harus melayani siapa&#8217;</strong>. Anda bisa melihat bagan yang selama ini saya gunakan dan selalu saya share pada semua anggota team. Dalam pandangan saya ini sangat penting karena dari sinilah sebuah hubungan baik antara anggota team dengan pemimpin team dapat terbentuk dengan baik.</p>
<p>Banyak owner / pemimpin team [selanjutnya saya sebut  team leader (TL)] merasa dan melihat anggota team [selanjutnya saya sebut team member (TM)] merupakan kumpulan orang yang harus melayani dia. Karena TL sudah mengganggap TM dalam pandangan demikian efek baliknya TM akan melihat TL sebagai monster yang harus selalu dilayani bahkan sebagian sampai ditakuti.</p>
<p>Beberapa TL menjadi bangga dengan kondisi seperti ini, mereka tidak sadar bahwa apa yang dilakukan oleh TM bukanlah suatu yang dilakukan karena motivasi pribadi melainkan merupakan kewajiban mereka melayani TL. Sering kali kita melihat banyak TM yang ketika ditinggal pergi TL (sekalipun hanya untuk sekedar makan siang) menjadi &#8216;feel free&#8217; untuk bisa melakukan sesuatu yang selama ada TL tidak bisa dia lakukan.</p>
<p>Berikutnya, ketika mendadak TL kembali dan TM masih melakukan sesuatu yang &#8216;menurut&#8217; TL menyimpang, si TL kemudia menuduh TM tidak bertanggung  jawab. Benarkah dalam case seperti ini menurut Anda TM tidak bertanggung jawab ? Silahkan mencoba menjawab ini menurut pendapat Anda pribadi, baru kemudian melanjutkan membaca,  tentunya jika Anda masih ingin mengetahui rahasia bagaimana saya harus meminta anggota team saya untuk pulang karena ada yang jam 11 malam masih asyik bekerja. Jika perlu silahkan tuliskan jawaban Anda di kolom komentar yang ada dibawah.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-89" title="bagan-team" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/bagan-team.jpg" alt="bagan-team" width="300" height="311" />Bagan disamping inilah yang bisa menjawab pertanyaan saya ketika pertama kali mengikuti Business Coaching tentang membentuk team yang tangguh. Kali ini saya akan batasi hanya pada hubungan antara TL (Owner) dengan TM (Team). Sangat gamblang dalam hubungan &#8217;siapa melayani siapa&#8217; disamping pelanggan dari TL adalah TM bukan sebaliknya.</p>
<p>TM adalah pelanggan TL. Yup, Anda tidak salah baca. 100% benar. Nah layaknya sebuah usaha selalu berusaha semaksimal mungkin melayani pelanggan demikian juga TL harus dengan kemampuan maksimalnya senantiasa berusaha melayani TM dengan baik. Dengan demikian secara otomatis TM akan menjadi <strong>pelanggan fanatik </strong>bagi TL.</p>
<p>Layanan TL ke TM yang paling utama sejauh pengalaman saya adalah sisi Psikologis tentunya tidak mengesampingkan Benefit TM berupa materi. Sisi materi penting tapi bukan merupakan hal yang utama selama Anda bisa menjamin itu layak (setidaknya Anda tidak pernah memberikan sesuatu dibawah ketetapan UMR pemerintah).</p>
<p>Bentuk psikologis seperti melibatkan mereka dalam keputusan team, membiarkan mereka membentuk aturan main yang disepakati bersama dengan mengacu pada aturan perusahaan, mencoba semaksimal mungkin mengerti kebutuhan pribadi dan banyak hal lain yang akan bisa Anda temukan hanya dengan memahami bahwa pelanggan Anda sebagai Team Leader adalah Team Member Anda. Dari sini Anda akan senantiasa membuat seluruh Team Member Anda merasa / melihat / mendengar dari Anda sendiri bahwa <strong>mereka sangat penting untuk perusahaan.</strong></p>
<p>Ketika ini telah terjadi dalam perusahaan / kelompok Anda, Anda SEGERA akan bisa melihat bahwa mereka dengan luar biasa memberlakukan konsumen bisnis Anda layaknya Anda memberlakukan mereka semua. Dan efek luar biasa akan berputar seperti bola salju. Semakin baik Anda melayani anggota team, semakin mereka melayani konsumen dengan baik, semakin meningkat bisnis Anda dan pada akhirnya akan meningkatkan apa yang Anda dapatkan bahkan mendapatkan sesuatu melebihi keinginan Anda.</p>
<p>Isn&#8217;t that interesting ?!<br />
Selamat MELAYANI Team Member Anda &#8230;</p>
<p>Salam Gladness &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/12/18/membiarkan-orang-lain-merasa-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quote In My Desk</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/12/17/quote-in-my-desk/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/12/17/quote-in-my-desk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 06:58:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan sukses]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[quote bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[ 
Setelah beberapa hari melakukan review mencari &#8216;wangsit&#8217;  untuk mendapatkan jawaban bagaimana agar REBORN blog bisa berjalan dengan baik. Akhirnya hari ini saya bisa mendapatkan ide tulisan dari Quote &#8211; Quote bisnis yang selama sekian lama nongkrong di meja kerja saya dan setiap hari selalu saya buka lembar demi lembar untuk mendapatkan motivasi dalam memulai pekerjaan.
Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-85" title="kumpulan quote prinsip bisnis" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/kumpulan-prinsip-bisnis.jpg" alt="kumpulan quote prinsip bisnis" width="200" height="267" />Setelah beberapa hari melakukan review mencari &#8216;wangsit&#8217;  untuk mendapatkan jawaban bagaimana agar REBORN blog bisa berjalan dengan baik. Akhirnya hari ini saya bisa mendapatkan ide tulisan dari Quote &#8211; Quote bisnis yang selama sekian lama nongkrong di meja kerja saya dan setiap hari selalu saya buka lembar demi lembar untuk mendapatkan motivasi dalam memulai pekerjaan.</p>
<p>Saya akan sharing tentang quote yang saya baca kepada Anda semua, tentunya ini merupakan pemaparan dari sisi pandang saya pribadi, saya sangat terbuka apabila Anda bersedia menambahkan atau juga melakukan koreksi terhadap apa yang saya simpulkan dari qoute bisnis yang akan kita bahas bersama nantinya.</p>
<p>Satu kategori baru di blog ini telah saya tambahkan untuk memudahkan kita semua, pendapat saya yang didasari dari qoute prinsip bisnis ini akan saya kumpulkan di kategori &#8216;Quote in Desk&#8217; karena memang letaknya di meja kerja saya hehehe</p>
<p>Lembaran quote di meja saya ini merupakan kumpulan prinsip &#8211; prinsip bisnis dengan judul &#8216;Tuhan Penguasa Dunia Bisnis&#8217; yang merupakan terjemahan bahasa Indonesia dari &#8216;God is The Master of Business Place&#8217; by Zig Ziglar.  Jika Anda juga ingin memiliki nya silahkan coba untuk mencari di toko &#8211; toko buku terdekat, edisi quote Prinsip &#8211; prinsip dalam bisnis ini diterbitkan oleh IndoGracia.</p>
<p>Namun tidak tertutup kemungkinan akan saya ambil dari tempat lain, dengan tetap menyebutkan sumber aslinya. Semoga apa yang saya lakukan ini tidak melanggar hak cipta, karena saya tidak tahu sejauh mana melakukan kutipan itu dikatakan melanggar hak cipta, Oh ya mungkin ada diantara Anda mengerti tentang ini? Mohon informasinya ya &#8230;</p>
<p>Well, let we ROCK ITs &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/12/17/quote-in-my-desk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
