Memecat Pelanggan dalam Bisnis !
Dalam dunia bisnis ungkapan “Pelanggan adalah Raja” merupakan ungkapan yang sering kali terdengar. Ungkapan ini sudah menjadi sesuatu yang tidak boleh dilanggar oleh para pelaku bisnis. Benarkah demikian?
Memperlakukan pelanggan sebagai raja sangat bagus ‘buat pelanggan’ tetapi belum tentu bagus ‘untuk bisnis’. Lho kok ‘belum tentu’ bagus untuk bisnis, pada sebagian bisnis perlakuan ini bisa membuat loyalitas pelanggan semakin tinggi dan kemudian menjadikan bisnis semakin maju, tetapi pada sisi lain perlakuan ini bisa membuat perusahaan menjadi hancur. Lho bagaimana bisa sudah memperlakukan pelanggan sebagai raja tetapi bisnis jadi hancur?!
Sebelum itu mari coba kita lihat istilah “RAJA”, seorang raja berbeda dengan seorang presiden. Raja tidak bisa dipecat, raja akan berkuasa sampai mati. Raja secara khusus punya hak untuk dilayani tanpa sekalipun memberikan timbal balik kepada pelayannya atau bahkan kepada rakyatnya, sekalipun nantinya dia dikenal sebagai seorang yang tidak bijak namun dia tetaplah seorang raja. Isn’t that ?! Jadi jika pelanggan adalah raja anda, maka pelanggan tidak punya hak untuk membayar ataupun memberikan sesuatu yang bisa membantu bisnis kita. Maka jika bisnis hancur karena melayani pelanggan sebagai raja hal ini adalah sah2 saja.
Jika kita belum setuju dengan pernyataan bahwa pelanggan bukanlah raja dalam bisnis kita, maka kita belum berhak untuk ‘memecat’ pelanggan dalam bisnis kita karena Raja tidak bisa dipecat, tetapi buat yang merasa terbeban dengan ungkapan “pelanggan adalah raja”, kita boleh kok memecat pelanggan.
Memecat pelanggan harus dengan alasan dan pertimbangan yang matang, seperti halnya memecat seorang bawahan. Untuk memecat pelanggan, kita harus terlebih dahulu mengenal siapa saja pelanggan kita? Dari sekian banyak pelanggan yang ada siapa yang bisa dipecat? Kita bisa mengenal pelanggan dan kemudian menentukan pelanggan mana saja yang harus dipecat dengan menggunakan Metodologi ABCD. Rumus ABCD ini membagi pelanggan menjadi 4 kelompok besar pelanggan yaitu : Baca Terus…

StarOne pada akhir November 2007 meluncurkan sebuah promo yang dalam pandangan saya sangat luar biasa, ngobrol sepuasnya antar sesama pengguna StarOne dan juga tarif khusus untuk melakukan panggilan ke jaringan GSM Indosat groups. Sebagai pengguna layanan pasca bayar StarOne dan juga pemakai GSM Indosat ditambah relasi yang sebagian besar menggunakan produk telepon dari Indosat Groups, saya langsung memanfaatkan promo ini, bahkan sehari sebelum program dimulai saya telah mendaftarkan nomor saya untuk program ini. Berita re-lunch StaOne oleh jajara direksi Indosat pada ulang tahun yang ke 40 membuat saya yakin program ini telah dipikirkan secara matang.
” Never wish your life were easier … Wish that YOU were BETTER “