<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Danton Prabawanto, S.Kd &#187; team building</title>
	<atom:link href="http://dantonprabawanto.com/tag/team-building/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dantonprabawanto.com</link>
	<description>Small Things to be The Blessing Company</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2009 02:41:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagimana Saat Karyawan Kita Ingin Memulai Bisnis Sendiri?</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2009/01/10/bagimana-saat-karyawan-kita-ingin-memulai-bisnis-sendiri/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2009/01/10/bagimana-saat-karyawan-kita-ingin-memulai-bisnis-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 05:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide & Sharing Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis strategi]]></category>
		<category><![CDATA[team bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita adalah seorang entrepreneur, teman dan relasi kita sebagian besar juga pasti seorang entrepreneur, demikian juga buku yang dibaca dan pembicaraan yang terjadi setiap hari selalu dengan tema entrepreneurship, strategi bisnis, ide &#8211; ide bisnis dan tema &#8211; tema yang semuanya berhubungan dengan bisnis.
Karyawan dalam bisnis kita secara langsung maupun tidak akan mendengar dan melihat gambaran kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-124" title="start-new" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2009/01/start-new.jpg" alt="start-new" width="200" height="202" />Jika kita adalah seorang entrepreneur, teman dan relasi kita sebagian besar juga pasti seorang entrepreneur, demikian juga buku yang dibaca dan pembicaraan yang terjadi setiap hari selalu dengan tema entrepreneurship, strategi bisnis, ide &#8211; ide bisnis dan tema &#8211; tema yang semuanya berhubungan dengan bisnis.</p>
<p>Karyawan dalam bisnis kita secara langsung maupun tidak akan mendengar dan melihat gambaran kita tentang mendirikan usaha. Pada akhirnya karena sering mendengar wacana tentang bisnis dan entrepreneur mereka juga akan memiliki gambaran tentang memiliki bisnis sendiri suatu saat nanti.  Bahkan ada juga yang telah memiliki ide, strategi dan persiapan untuk memulai usaha sendirinya. Setidaknya inilah yang saya alami sekarang dan mungkin juga Anda alami.</p>
<p>Ketakutan kehilangan karyawan berpotensi sering menjadi alasan ketakutan kita menghadapi hal ini. <em>Saya pribadi lebih memilih mendukung karyawan saya membuka usaha sendiri secepat mungkin</em> bahkan ketika mereka masih bekerja di bisnis saya.  Bagaimana dengan Anda ?<span id="more-123"></span></p>
<p>Jika sama dengan saya memilih mendukung mereka tentu setidaknya kita telah memiliki persiapan yang sama / serupa. Tetapi bagi Anda yang masih merasa atau melihat seorang karyawan yang berencana membuat usaha nya sendiri merupakan suatu momok dan hambatan pada bisnis Anda sendiri, tips dan persiapan dari mentor saya berikut kemungkinan besar juga bisa Anda gunakan :</p>
<p>Pertama, <strong>sistem diatas segalanya</strong>. Sekalipun usaha Anda baru dibuka kemarin sore bukan alasan untuk tidak memiliki sistem kerja dalam bisnis. Membentuk atau setidaknya merencanakan secara tertulis sistem bisnis sebaiknya dimulai dari hari pertama bisnis dibuka atau dibuat hari ini juga jika bisnis sudah jalan tetapi sitem belum ada. Sekalipun Anda masih bekerja sendiri sistem sudah bisa dibuat setidaknya ada <a title="Pentingnya Struktur Organisasi" href="http://dantonprabawanto.com/2008/01/02/perlukah-memiliki-struktur-organisasi/" target="_blank">struktur organisasi</a> jadi ketika semua pekerjaan kita lakukan sendiri setidaknya kita tahu kita sedang bekerja dalam posisi apa dalam struktur organisasi yang telah dibuat. Karyawan boleh datang dan pergi entah karena pindah kerja, buka bisnis sendiri, menikah, pindah rumah atau apapun. Sistem harus ada.</p>
<p>Kedua, <strong>SADAR</strong> kita tidak mungkin menghalangi karyawan memulai usahanya sendiri. Hal ini sangat penting karena mau tidak mau jika kita adalah orang yang optimis dengan bisnis ini akan menular pada orang yang dekat dengan kita. Seperti halnya tanaman yang disemai setiap hari, keinginan karyawan untuk memulai usaha sendiri mendapapatkan pupuk yang hebat dari rasa optimis kita.</p>
<p>Apakah ingat aturan saat kita mengikuti Ospek / Bina Mental atau menghadapi senior saat pelatihan  :<br />
1. Senior selalu benar<br />
2. Kembali ke aturan 1</p>
<p>Hehehe demikian juga  mentor saya ketika memberikan tips tentang hal ini, aturan berikutnya adalah kembali ke TIPS PERTAMA kemudian TIPS KEDUA dan kembali lagi ke tips pertama.</p>
<p>Mengkomunikasikan 2 tips ini pada karyawan kita bisa berbeda antara satu karyawan dengan karyawan lain, beberapa pendekatan yang saya lakukan antara lain seperti ini :</p>
<ul>
<li>Mengajak dia melihat kedepan dimana suatu saat dia telah memiliki bisnis dan juga memiliki karyawan , bagaimana dia ingin karyawan-nya nanti bersikap, itulah yang saya tetap inginkan dari dia selama dia menjalani bisnisnya sendiri sembari bekerja di bisnis saya. Ini untuk karyawan yang bisa diajak berdiskusi dan memiliki tanggung jawab yang besar,</li>
<li>Mencoba menjajaki sinergi dengan bisnis kita jika memang ada peluang untuk itu,</li>
<li>Membuka peluang bisnis bersama dengan karyawan bersangkutan,</li>
<li>Membiarkan benar &#8211; benar bisa berkembang dengan usahanya sendiri.</li>
</ul>
<p>Dengan  pendekatan tersebut Puji Tuhan, saat ini semua team dalam bisnis saya bisa tetap kompak. Justru keinginan untuk memiliki bisnis sendiri, dan bahkan telah ada yang memiliki bisnis sendiri, semakin meningkatkan semangat kerja karyawan saya.</p>
<p>Punya pendekatan atau tips lain yang pasti efektif dalam bisnis Anda, pastikan untuk menambahkan tips &#8211; tips Anda disini? Sehingga semakin bermanfaat dan menambah semangat untuk teman &#8211; teman pebisnis yang sedang menghadapi tantangan ini.</p>
<p>Salam GLADNESS,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2009/01/10/bagimana-saat-karyawan-kita-ingin-memulai-bisnis-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membiarkan Orang Lain Merasa Penting</title>
		<link>http://dantonprabawanto.com/2008/12/18/membiarkan-orang-lain-merasa-penting/</link>
		<comments>http://dantonprabawanto.com/2008/12/18/membiarkan-orang-lain-merasa-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 03:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danton Prabawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quote In Desk]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[team leader]]></category>
		<category><![CDATA[team member]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dantonprabawanto.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Quote In My Desk (QIMD) yang saya baca hari ini berbunyi demikian :
Kunci dalam meraih hubungan yang baik adalah dengan membiarkan orang lain merasa penting
Ungkapan ini sering kali kita dengar atau kita baca dalam berbagai versi yang serupa, kali ini saya akan melihat QIMD dalam hubungan antara Owner bisnis dengan karyawan / anggota team.
Beberapa teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quote In My Desk (QIMD) yang saya baca hari ini berbunyi demikian :</p>
<blockquote><p>Kunci dalam meraih hubungan yang baik adalah dengan membiarkan orang lain merasa penting</p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-90" title="winner-as-team" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/winner-as-team.jpg" alt="winner-as-team" width="200" height="195" />Ungkapan ini sering kali kita dengar atau kita baca dalam berbagai versi yang serupa, kali ini saya akan melihat QIMD dalam hubungan antara <em>Owner bisnis</em> dengan <em>karyawan / anggota team</em>.</p>
<p>Beberapa teman yang datang ke kantor dan melihat kinerja anggota team saya sering menanyakan bagaimana anggota team saya begitu SOLID, seolah mereka bekerja seperti bermain dalam sebuah permainan yang penuh tanggung jawab. Dan saya selalu menjawab bahwa ada RAHASIA SEDERHANA yang selalu kami lakukan, dan kebetulan QIMD kali ini &#8216;memaksa&#8217; saya membagikan kepada Anda semua &#8230; Ini dia rahasianya &#8230;</p>
<p><span id="more-87"></span></p>
<p>Prinsip dasar yang harus kita semua ketahui adalah : <strong>&#8217;siapa harus melayani siapa&#8217;</strong>. Anda bisa melihat bagan yang selama ini saya gunakan dan selalu saya share pada semua anggota team. Dalam pandangan saya ini sangat penting karena dari sinilah sebuah hubungan baik antara anggota team dengan pemimpin team dapat terbentuk dengan baik.</p>
<p>Banyak owner / pemimpin team [selanjutnya saya sebut  team leader (TL)] merasa dan melihat anggota team [selanjutnya saya sebut team member (TM)] merupakan kumpulan orang yang harus melayani dia. Karena TL sudah mengganggap TM dalam pandangan demikian efek baliknya TM akan melihat TL sebagai monster yang harus selalu dilayani bahkan sebagian sampai ditakuti.</p>
<p>Beberapa TL menjadi bangga dengan kondisi seperti ini, mereka tidak sadar bahwa apa yang dilakukan oleh TM bukanlah suatu yang dilakukan karena motivasi pribadi melainkan merupakan kewajiban mereka melayani TL. Sering kali kita melihat banyak TM yang ketika ditinggal pergi TL (sekalipun hanya untuk sekedar makan siang) menjadi &#8216;feel free&#8217; untuk bisa melakukan sesuatu yang selama ada TL tidak bisa dia lakukan.</p>
<p>Berikutnya, ketika mendadak TL kembali dan TM masih melakukan sesuatu yang &#8216;menurut&#8217; TL menyimpang, si TL kemudia menuduh TM tidak bertanggung  jawab. Benarkah dalam case seperti ini menurut Anda TM tidak bertanggung jawab ? Silahkan mencoba menjawab ini menurut pendapat Anda pribadi, baru kemudian melanjutkan membaca,  tentunya jika Anda masih ingin mengetahui rahasia bagaimana saya harus meminta anggota team saya untuk pulang karena ada yang jam 11 malam masih asyik bekerja. Jika perlu silahkan tuliskan jawaban Anda di kolom komentar yang ada dibawah.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-89" title="bagan-team" src="http://dantonprabawanto.com/wp-content/uploads/2008/12/bagan-team.jpg" alt="bagan-team" width="300" height="311" />Bagan disamping inilah yang bisa menjawab pertanyaan saya ketika pertama kali mengikuti Business Coaching tentang membentuk team yang tangguh. Kali ini saya akan batasi hanya pada hubungan antara TL (Owner) dengan TM (Team). Sangat gamblang dalam hubungan &#8217;siapa melayani siapa&#8217; disamping pelanggan dari TL adalah TM bukan sebaliknya.</p>
<p>TM adalah pelanggan TL. Yup, Anda tidak salah baca. 100% benar. Nah layaknya sebuah usaha selalu berusaha semaksimal mungkin melayani pelanggan demikian juga TL harus dengan kemampuan maksimalnya senantiasa berusaha melayani TM dengan baik. Dengan demikian secara otomatis TM akan menjadi <strong>pelanggan fanatik </strong>bagi TL.</p>
<p>Layanan TL ke TM yang paling utama sejauh pengalaman saya adalah sisi Psikologis tentunya tidak mengesampingkan Benefit TM berupa materi. Sisi materi penting tapi bukan merupakan hal yang utama selama Anda bisa menjamin itu layak (setidaknya Anda tidak pernah memberikan sesuatu dibawah ketetapan UMR pemerintah).</p>
<p>Bentuk psikologis seperti melibatkan mereka dalam keputusan team, membiarkan mereka membentuk aturan main yang disepakati bersama dengan mengacu pada aturan perusahaan, mencoba semaksimal mungkin mengerti kebutuhan pribadi dan banyak hal lain yang akan bisa Anda temukan hanya dengan memahami bahwa pelanggan Anda sebagai Team Leader adalah Team Member Anda. Dari sini Anda akan senantiasa membuat seluruh Team Member Anda merasa / melihat / mendengar dari Anda sendiri bahwa <strong>mereka sangat penting untuk perusahaan.</strong></p>
<p>Ketika ini telah terjadi dalam perusahaan / kelompok Anda, Anda SEGERA akan bisa melihat bahwa mereka dengan luar biasa memberlakukan konsumen bisnis Anda layaknya Anda memberlakukan mereka semua. Dan efek luar biasa akan berputar seperti bola salju. Semakin baik Anda melayani anggota team, semakin mereka melayani konsumen dengan baik, semakin meningkat bisnis Anda dan pada akhirnya akan meningkatkan apa yang Anda dapatkan bahkan mendapatkan sesuatu melebihi keinginan Anda.</p>
<p>Isn&#8217;t that interesting ?!<br />
Selamat MELAYANI Team Member Anda &#8230;</p>
<p>Salam Gladness &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dantonprabawanto.com/2008/12/18/membiarkan-orang-lain-merasa-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
